TERASKATA

Membangun Indonesia

Banjir Bandang Terjang Wisata Guci, Kerugian Ditaksir Mencapai Milyaran Rupiah

Kondisi pancuran 13 di obyek wisata guci yang porak poranda di terjang banjir bandang.(Foto Teraskata.com/Hryt)
TERASKATA.COM, Tegal – Kawasan Wisata Guci di Kabupaten Tegal kembali diterjang banjir bandang pada Sabtu, 24 Januari 2026. Bencana ini menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur wisata, termasuk jembatan dan fasilitas lainnya.

Menurut keterangan Kepala UPTD Obyek Wisata DTW Guci, Wahyudi kepada awak media Teraskata.com pada, Minggu 25/01/2026. Banjir bandang ini dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur lereng Gunung Slamet sejak Kamis hingga Sabtu pagi. Air bah berwarna coklat pekat mengalir deras dari hulu Gunung Slamet, membawa material lumpur, pasir, dan ranting-ranting kayu.

Wahyudi mengatakan, kerusakan akibat banjir bandang ini cukup parah. Tiga jembatan utama di kawasan wisata Guci putus, termasuk Jembatan Jedor dan Jembatan Kaligung di Pancuran 13. Selain itu, satu unit excavator mini hanyut terbawa arus, dan sejumlah lapak pedagang rusak parah.

Wahyudi menaksir kerugian akibat banjir bandang ini mencapai Rp 1 miliar lebih. Namun, pihak berwenang belum memberikan konfirmasi resmi tentang jumlah kerugian yang pasti.

Akibat bencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Tegal telah memutuskan untuk menutup sementara kawasan wisata Guci hingga kondisi dinyatakan aman. Sebagai solusi sementara, pemerintah akan membangun jembatan bailey sebagai akses alternatif.

Banjir bandang ini juga menyebabkan gangguan pada jaringan pipa air bersih milik warga, sehingga pasokan air di Desa Guci terganggu.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Tegal telah melakukan pemantauan, penyisiran, dan pembersihan material lumpur, kayu, dan sampah di lokasi terdampak. Dan pihak aparat penegak hukum dari polres Tegal juga telah memasang garis Police Lane.

Namun sayang, kurangnya pengawasan dari pihak pengelola, beberapa pengunjung terlihat masih menerobos garis police lane. Padahal hal itu sangat membahayakan keselamatan pengunjung itu sendiri.

Hryt/Teraskata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini