TERASKATA

Membangun Indonesia

Nenek 72 Tahun Asal Luwu Dilecehkan Menantu, Lapor ke Polda Sulsel

Ilustrasi nenek korban pelecehan seksual.

Setelah diperiksa, dokter lanjut HH, hanya menyarankan untuk diolesi minyak di daerah yang gatal.

Ia pun pulang ke rumah diantar AA dan istrinya.

Setiba di rumah, putrinya dan sang suami (AA) pamit pulang ke rumahnya.

Ia meninggalkan minyak yang disarankan sebagai obat oles.

“Dia (AA) bilang ini oleskan ma’, jadi saya bilang oh iya, saya simpanmi itu minyak kutus-kutus,” ungkap HH

Namun selang beberapa saat, AA yang telah pulang ke rumahnya bersama sang istri, kembali.

AA kembali ke rumah mertuanya seorang diri tanpa kehadiran istrinya.

“Dia (AA) kembali datang ke rumah sendiri. Dia bilang mari saya obatiki mak,” terangnya.

HH sempat menolak tawaran sang menantu untuk mengobatinya.

Namun karena dipaksa, lanjut HH, dirinya pun bersedia.

“Nah oles area paha dan akhirnya dia (AA) nakasih masukmi itu tangannya (area sensitif), jadi saya bangunmi,” kata HH.

HH bangun dari pembaringannya, lantaran AA mulai berlagak aneh dan cenderung hendak melakukan pemerkosaan.

“Astagfirullah, Lalilaha Illallah, Muhammadarrasulullah, lari ma ke belakang,” tuturnya.

Selain itu, HH kabur lantaran tangannya diarahkan untuk memegang kemaluan AA.

Atas kejadian itu, HH pun mengaku tidak pernah lagi menginjakkan kaki di rumah AA dan putrinya.

Namun, pasca lebaran Idul Fitri, HH datang memohon maaf ke mertua.

“Habis lebaran datangi minta maaf ke saya. Jadi saya bilang saya maafkan tapi jangan ulangi lagi,” cerita HH.

Bukannya bertaubat, AA rupanya kembali berulah.

Tepatnya pada September lalu. HH mengaku, kembali mendapatkan pelecehan dari menantunya itu.

Saat itu kata dia, AA hadir dengan alasan hanya sebatas singgah lantaran ada urusan di salah satu kampung.

Namun, mendapati HH seorang diri di rumah, AA langsung menutup pintu rumah.

“Jadi saya bilang kenapa ditutup pintu nah siang-siang ini. Barupi saya bilang begitu dia (AA) langsungka napegang (peluk) dari belakang,” ujarnya

“(Saya teriak), Weh lapuang, kenapako kasih begituka, sakitka kasihan, sakitka,” sambungnya.

Setelah itu, celananya dilucuti HH.

“Untung pakai sort ka,” tuturnya.

Beruntung HH berhasil kabur ke arah cucunya yang saat itu berada di rumah.

Ia pun melaporkan kasus itu ke polisi lantaran sudah muak dengan ulah sang menantu

HH berharap kasus itu dapat diusut tuntas polisi.(*/int)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

IKLAN BANNER