oleh

Dinilai Efektif dan Efisien, BW Saran Pengelolaan Keuangan Daerah Gunakan Non Tunai

TERASKATA.COM,BONTANG – Komisi II DPRD Bontang meminta agar pengelolaan keuangan daerah dilakukan dengan sistem digitalisasi atau non tunai.

Hal ini diungkapkan anggota komisi II DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang dalam rapat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pengelolaan keuangan bersama tim asistensi pemerintahan, Senin (1/8/2022).

Menurutnya, pengelolaan keuangan dengan sistem digitalisasi ini lebih efektif dan efisien. Misalnya transaksi keuangan menggunakan sistem non tunai dapat mencegah kebocoran keuangan.

“Pengelolaan keuangan daerah harus diatur sesuai perkembangan zaman. Contohnya kalau transaksi keuangan non tunai menggunakan sistem digitalisasi lebih efektif dan efisien,” ujarnya.

Selain itu, Penerapan transaksi non tunai ini menurut BW sapaan akrabnya sudah sesuai dengan konsep Bontang menuju smart city 2025.

“Artinya Bontang sudah welcome dengan perkembangan era digital. Jangan sampai konsep smart city hanya dijadikan sekedar jargon,” timpalnya.

BW pun berharap agar sistem non tunai itu bisa di atur dalam peraturan daerah. Agar birokrasi di tatanan pemerintahan lebih efektif pengelolaan keuangannya.

“Semoga itu bisa dimasukkan dalam peraturan daerah, selain bisa memutus birokrasi yang panjang, juga bisa memberikan edukasi kepada masyarakat diera perkembangan zaman sekarang ini,” terangnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bontang, Sony Suwito Adicahyono menyambut baik saran penggunaan transaksi keuangan non tunai tersebut. Kata dia hal itu sejalan dengan kebijakan pusat.

“Kami (BPKAD) juga sudah menerapkan transaksi non tunai, seperti perjalanan dinas, honor, kegiatan dengan pihak ketiga dan lainnya,” ujarnya.

Hanya saja, ada beberapa kegiatan di lapangan yang secara teknis masih belum bisa menerapkan non tunai. misalnya kegiatan sosialisasi yang mengundang peserta. Biasanya dalam acara tersebut, ada uang transportasi yang diberikan kepada peserta.

“Nah itu yang menjadi bahan diskusi teman-teman, cukup repot jika uang transportasi senilai 50 ribu misalnya, harus dibayar secara non tunai, panitia harus mendata no rekening, belum lagi, kalau banknya berbeda-beda,” terangnya.

Meski demikian. Kata Sony akan mengupayakan sistem non tunai ini.

“Nanti kita akan diskusikan dulu terkait teknis dan formulanya seperti apa. Agar saran ini bisa kita terapkan semua,” tandasnya. (adv)

Komentar