TERASKATA

Membangun Indonesia

Fospen Sambangi Jailani, Penderita Stroke dan Kencing Batu yang Diabaikan Anaknya

TERASKATA.com, Tanjungpinang – Di bawah pancaran terik mentari. Tepat di hari Jumat, tim dari Forum Sosial Peduli Negeri (Fospen) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang dikomandoi oleh Riswandi menyambangi kediaman Jailani di kampung Bulang. 

Riswandi bersama Yesi, dan Kormilla membawa kebutuhan pokok berupa beras, indomie, dan lainnya saat mendatangi rumah Jailani. 

Lelaki berusia 68 tahun itu menyambut tim dengan tubuh ringkihnya. Ia pun masih memakai keteter untuk membantu memperlancar buang air kecil.

Tim pun sejenak berbincang-bincang dengan lelaki berkulit hitam itu dan ia pun mengataksn kesediaannya untuk dibawa ke rumah singgah hari Senin ini.

Sebelumnya kisah Jailani ini sempat menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat bahkan diposting di sosial media dengan berbagai narasi.

Namun dari hasil konfirmasi media ini di lapangan, didapati fakta berikut. Jailani selalu mrngaku berusia 70 tahun kepada orang ysng bertanya akan usianya.

Faktanya, lelaki itu kelahiran tahun 1952. Berarti jalan 68 tahun di tahun 2021.  Fakta berikutnya disebutkan, anaknya tidak peduli dengan kehidupan jailani. 

Faktanya, tempat tinggal bersebelahan dengan anaknya yang paling besar Zulfikar, namun bukan membiarkan orang tuanya. Zul dan istrinya sama-sama sibuk bekerja dan sang ayah dititipkan pada seseorang.

Kisah Jailani ternyata sudah lama ada dari tahun 2017. Namun pria ini tidak mau dibawa kerumah singgah. Bahkan Wali Kota Syahrul (almarhum) pernah datang menjenguk, tetapi Jailani tetap tidak bergeming.

Fakta selanjutnya Jailani merupakan rumah tangga sasaran penerima manfaat dan iuran BPJS-nya ditangung Pemerintah, menerima beras raskin dan program Pemerintah lainnya. Hal ini pun diakui oleh Lurah Kampung Bulang, Roni Saputra menjawab media ini.

Ia pun bersyukur pada akhirnya Jailani mau dibawa ke rumah singgah. 

“Alhamdulillah, Senin kita bawa ke rumah singgah. Tetapi kita belum tahu rumah singgah yang mana. Karena ini kasusnya lain, khusus, masih dipasang keteternya akibat sakit yang dideritanya yakni stroke dan kencing batu ,” katanya.

Masih Roni, sebelumnya Jailani sudah pernah dibawa kerumah singgah namun hanya bertahan 3 hari dan minta pulang. 

Pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak-pihak berkompoten untuk membawa Jailani ke rumah singgah. 

Semrntara itu sekretaris Forken, Zul, Provinsi Kepri yang tidak sempat ikut serta ke tempat Jailani hanya bisa mengungkapkan perasaannya. Ia sangat mengapresiasi kepedulian rekan-rekannya terhadap sesama.

“Memang luar biasa Saudara- saudaraku ini. Berbuat dan teruslah berbuat apa pun kata orang yg penting demi kebaikan bersama dan disertai niat yg baik insya Allah akan menghasil kan yg baik pula syabas saudara-saudaraku,” tukasnya.(lan/lia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

IKLAN BANNER