FK3C Desak Sanksi Berat Oknum DPRD Kota Cirebon Terlibat Asusila
TERASKATA.COM, CIREBON – Ratusan massa dari Forum Komunikasi Kasatgas (FK3C) Kabupaten Cirebon menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Cirebon, Selasa (05/05/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas dugaan pelanggaran etik dan tindakan asusila yang melibatkan salah satu oknum anggota DPRD Kota Cirebon.
Aksi yang mengusung tema ‘Sakit Satu, Sakit Semua’ ini merupakan bentuk solidaritas terhadap Kuwu (Kepala Desa) Kedungjaya.
Para perangkat desa menilai marwah pimpinan mereka telah tercoreng akibat dugaan skandal perselingkuhan antara oknum anggota dewan dengan istri kuwu.
Ketua FK3C Kabupaten Cirebon, Ragil, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan penyampaian aspirasi secara damai.
“Kami datang untuk aksi damai, tidak ada maksud untuk ribut. Kami hanya ingin menyampaikan rasa dari bawahan yang merasa pimpinan mereka disakiti,” ujar Ragil di sela aksi.
Dalam aksinya, FK3C menyampaikan tiga tuntutan utama kepada DPRD Kota Cirebon. Pertama, mendesak proses hukum tegas terhadap oknum anggota DPRD.
Kedua, meminta Badan Kehormatan (BK) DPRD menjatuhkan sanksi berat dan ketiga, menuntut pemberhentian jabatan karena dinilai melanggar etika dan moralitas
Ragil menambahkan, dugaan kasus tersebut telah melukai perasaan para perangkat desa.
“Kami selaku bawahan merasa terusik. Apakah pantas seorang pejabat publik berperilaku seperti itu?” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC), Muali, menegaskan bahwa para kuwu tidak terlibat langsung dalam aksi tersebut.
“Kuwu mboten milet demo, hanya Kasatgas kang demo,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa penggunaan logo FKKC dalam selebaran aksi hanya sebagai bentuk dukungan moral dan solidaritas antar perangkat desa.
“Kuen hanya menguatkan kebersamaan saja,” pungkasnya.
Penulis : Mu’min
Editor : Redaksi Teraskata.com




Tinggalkan Balasan