Penyandang Disabilitas Kurang Perhatian Pemerintah, Umar: Untung Ada Pak Polisi Baik
TERASKATA.COM, Kabupaten Cirebon – Dua Sejoli Tunanetra yang berprofesi Trapis Pijit di Desa Megu Gede, Blok Masjid Kramat Rt 22, Rw 01, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat baru-baru ini menggemparkan jagat. Pasalnya pasangan dua sejoli ini sama-sama berprofesi menjadi tukang pijit untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya.
Pasutri (pasangan suami-istri) Umar dan Atin membuka praktik pijitnya di Kontrakan beralamat Desa Megu Gede, Blok Masjid Kramat Rt 22, Rw 01, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon keluhkan minimnya perhatian dari Pemerintah setempat maupun pusat dikala pandemi dan menjelang bulan puasa.
Tidak hanya itu, Umar pun mengeluh terhadap Pemerintah tentang bantuan BPNT (bantuan pangan non tunai) yang belum pernah didapatkannya sejak pandemi hingga sekarang.
“Kami tidak pernah mendapatkan bantuan seperti BPNT dari Pemerintah, bahkan sejak awal pandemi sampai sekarang kami belum dapat BPNT atau Uang tunai. Jujur mas, buat mengahadapi pandemi saat ini dan menjelang bulan puasa, tadi saya baru ngajuin Proposal di Polresta Cirebon bagian SIM dan belum ngajuin di Pemkab. Saya lupa nama polisinya, dia baik, ramah perhatian sampai meneraktir makan dan minum ketika saya memberikan proposal, sayangnya saya lupa nama polisinya, tapi Insya Allah saya hafal betul suaranya,” ungkapnya Umar.
Sosok Umar Anas (42) dan Atin Kartini (38) yang tidak pernah putus asa dalam mengais rezeki sebagai tukan pijit sanggatlah mulia dan bisa menjadi percontohan motifasi bagi masyarakat penyandang disabilitas lainnya dan perlu mendapatkan perhatian serta apresiasi dari Pemerintah.
Saat ditemui, (17/03/22) Umar Anas mengatakan, “Saya kursus pijit di Cirebon tapi guru atau pengajar trapis pijitnya dari Wiyataguna Bandung dan disitu mayoritas penyandang disabilitas dibekali keahlian trapis pijit. Itupun berawal berorganisasi di ITMI (ikatan tunanetra muslim Indonesia),” katanya.
Selain itu, Umar pun tergabung dalam organisasi ITMI (ikatan tunanetra muslim Indonesia) yang siap menampung disabilitas tunanetra agar mereka tidak berputus asa dalam mengahadapi cobaan dalam kehidupan.
“Kami disiabilitas perlu diperhatikan oleh Pemerintah, apalagi sekarang jamannya pandemi Covid-19 dan menjelang bulan puasa, kebutuhan semakin meningkat sedangkan pemasukan pas-pasan, artinya Pemerintah harus adil bersikap kepada masyarakat, lebih-lebih kami sebagai penyandang disabilitas yang harus di perhatikan oleh Pemerintah,” terang Umar penih harap kepada Pemerintah. (Hy/ams)






Tinggalkan Balasan