PKL Taman Batu 10 Kembali Berjualan, Pemerintah Beri Solusi
TERASKATA.COM, Tanjungpinang – Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Taman Batu 10 menggelar pertemuan bersama Dishub, Satpol PP Kota Tanjungpinang dan Polsek Tanjungpinang Timur di balairung Tun Abdul Jamil.
Pertemuan ini, untuk mencari solusi terhadap pedagang kaki lima yang diminta tidak berjualan lagi di Depan Gerbang Kantor Dishub Kota Tanjungpinang.
“Saya cuma menginginkan agar pintu masuk itu jangan ditutupi oleh pedangang. Yang jelas pintu itu memang tertutup pedagang. Sudah sering kita ingatkan jangan berjualan didepan pintu masuk,” ucap Sekertaris Dishub Tanjungpinang, Raja Kholidin, usai menggelar rapat bersama.
Saat ini, kata Raja Kholidin mengakui bahwa ini merupakan keluhan dari Dishub dan Masyarakat yang terganggu akibat pedagang yang ada di bahu jalan Gerbang Dishub Kota Tanjungpinang. Untuk itu, saat ini pihaknya tengah mencari jalan terkait permasalahan tersebut.
“Dengan adanya penindakan ini apa yang menjadi keluhan kita sudah ditanggapi,” bebernya.
Sementara itu, Kabid Perhubungan Darat, Savran saat disinggung kenapa penertiban ini tidak diberlakukan dari kemarin. Ia mengatakan bahwa hal tersebut karena pihaknya baru menjabat sebagai Kabid Perhubungan Darat.
“Kami baru bertugas disini Bulan Juli kemarin. Kalau urusan yang belakang ya belakanglah. Karena saat ini kita menganggap tidak sesuai dengan pekerjaan kita,” sebutnya.
Saat ini, Savran mengatakan pihaknya tengah mencari jalan keluar terkait Permasalahan ini.”Jangan sampai pedagang kaki lima ini menganggu aktivitas pengguna jalan,” harapnya.
Hal senada juga dibenarkan oleh Kabid Trantip Satpol PP Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto yang menyebutkan bahwa permasalahan ini berawal dari adanya laporan dari Dishub Kota Tanjungpinang dan Masyarakat. Karena menganggu aktivitas dijalan tersebut.
“Terkait dengan hal itu, kita lakukan penertiban dan kita juga telah mendengar beberapa Aspirasi dari pedagang. Bagaimana jika mereka bekerja ditempat yang dimungkinkan. Kalau di depan gerbang jelas tidak mungkin. Karena itu pintu keluar masuk”, katanya
Selain itu, lanjut Teguh yang menjadi permasalahan utama adalah tumpukan pembeli ditengah Pandemi Covid-19. Akibat dari mereka yang berjualan ditempat tersebut.
“Karena itu wabah makannya kita hindari. Nanti kita sampaikan kepada Pimpinan untuk mencari solusi,” katanya.
Terkait dengan relokasi pedagang, Teguh menuturkan pihaknya akan mencari jalan keluar bersama Sinar Bahagia Grub selaku pengembang kawasan tersebut.
“Nanti akan kita rapatkan kembali bersama Dinas-dinas terkait. Dan hasil rapat tadi akan saya sampaikan kepada pimpinan saya”, ujarnya.
Di lain pihak, pedagang yang ditanya tentang solusi yang diberikan dinas terkait mengaku cukup tenang. Paling tidak mereka sudah bisa meneruskan berjualan di lokasi tersebut namun lebih tertib dan menempatkan dagangan di tempat yang lebih nyaman tidak menganggu ruang publik.
Sore hari usai pertemuan dengan dinas terkait para pedagang sudah beraktivitas seperti semula namun tampak lebih teratur tidak lagi menutupi gerbang memasuki kantor dishub. (Lan)






Tinggalkan Balasan