Wartawati Senior Nanik Sudaryati Deyang Ditunjuk Pimpin BGN
JAKARTA – Pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi salah satu keputusan penting yang diambil Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (2/6/2026). Di tengah evaluasi terhadap pelaksanaan program prioritas pemerintah, nama Nanik Sudaryati Deyang muncul sebagai sosok yang dipercaya memimpin lembaga yang mengemban tanggung jawab besar dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.
Penunjukan Nanik sekaligus menandai babak baru bagi BGN, lembaga yang menjadi motor penggerak berbagai program strategis pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu andalan pemerintahan Presiden Prabowo.
Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Ruang Sidang Kabinet, Istana Merdeka, Jakarta.
“Bapak Presiden memutuskan mengangkat Saudari Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru,” ujar Prasetyo.
Nanik menggantikan Dadan Hindayana yang diberhentikan bersama dua Wakil Kepala BGN sebelumnya, yakni Lodewijk Pusung dan Sony Sanjaya, setelah dilakukan evaluasi terhadap kinerja lembaga tersebut selama sekitar satu setengah tahun terakhir.
Dari Dunia Jurnalistik ke Panggung Kebijakan Nasional
Nama Nanik Sudaryati Deyang bukan sosok baru di lingkungan pemerintahan maupun dunia profesional Indonesia.
Lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968, Nanik memulai perjalanan kariernya sebagai seorang wartawati. Pada 1989, ia bergabung sebagai jurnalis Persda-Kompas, sebuah pengalaman yang membentuk kemampuan komunikasi, analisis, dan pemahaman terhadap berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Kariernya kemudian berkembang ke dunia media dan manajemen. Ia pernah menjabat sebagai CEO Kresna Media dan Majalah Prospektif. Pengalamannya semakin luas ketika dipercaya menjadi Direktur MNC pada periode 2005 hingga 2009.
Perjalanan panjang tersebut membawa Nanik masuk ke ruang-ruang kebijakan publik. Ia aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat, termasuk sebagai Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) yang fokus membantu kelompok rentan.
Kedekatannya dengan agenda pembangunan nasional juga terlihat saat terlibat dalam Tim Pemenangan Prabowo-Sandi pada Pemilu 2019.
Pada 17 September 2025, Nanik dipercaya menjadi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Kurang dari setahun kemudian, ia kini mendapat amanah yang lebih besar sebagai Kepala BGN.
Komisaris Pertamina dan Penerima Bintang Mahaputera
Selain aktif dalam pemerintahan, Nanik juga memiliki pengalaman di sektor korporasi.
Berdasarkan keputusan pemegang saham PT Pertamina (Persero) pada Juni 2025, ia ditunjuk sebagai Komisaris Pertamina. Posisi tersebut menambah daftar pengalaman strategis yang dimilikinya dalam mengelola organisasi besar dan kompleks.
Tak hanya itu, pada Agustus 2025, Presiden juga menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Pratama kepada Nanik. Penghargaan tersebut diberikan bersama puluhan tokoh lainnya yang dinilai memiliki jasa dan kontribusi terhadap bangsa dan negara.
Penghargaan itu menjadi salah satu pengakuan atas perjalanan panjang kariernya di berbagai bidang, mulai dari media, sosial, hingga pemerintahan.
Tantangan Besar Menanti Pimpinan Baru BGN
Penunjukan Nanik terjadi di tengah perhatian publik yang besar terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Program tersebut menjadi salah satu kebijakan unggulan pemerintahan Presiden Prabowo yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.
Karena itu, pergantian pimpinan BGN tidak sekadar pergantian jabatan administratif. Pemerintah berharap kepemimpinan baru mampu mempercepat berbagai target yang telah ditetapkan.
Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pimpinan baru harus segera melakukan konsolidasi internal dan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak.
“Kami berharap untuk dapat segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, dan tentu saja juga memperkuat koordinasi bersama dengan pemerintah daerah,” katanya.
Selain Nanik sebagai Kepala BGN, Presiden juga menunjuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Kombinasi kepemimpinan baru ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola organisasi sekaligus mempercepat implementasi berbagai program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan
Pemerintah memastikan pergantian pimpinan tidak akan mengganggu jalannya pelayanan maupun pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Istana menegaskan komitmen pemerintah terhadap program tersebut tetap sama. Bahkan, pergantian kepemimpinan diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat luas.
Program MBG tidak hanya dipandang sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Pemerintah juga melihat program tersebut sebagai instrumen untuk mendukung pendidikan, mengurangi ketimpangan sosial, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan rantai pasok pangan di daerah.
Dengan latar belakang panjang di dunia media, korporasi, dan pemerintahan, Nanik Sudaryati Deyang kini menghadapi tantangan terbesar dalam karier publiknya. Di tangannya, Badan Gizi Nasional dituntut mampu menghadirkan program yang tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi jutaan masyarakat Indonesia.
Publik kini menunggu langkah pertama perempuan yang mengawali karier sebagai wartawan itu dalam mengawal salah satu program paling ambisius pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Penulis : Yudi

