oleh

Impian Bentuk LAZ HMI

Oleh: Ivan Palampuri

(Direktur LDMI HMI cabang Palopo/Penerima Beasiswa BazNas kategori Studen Preaneur)

Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), jumlah penduduk muslim di Indonesia sebanyak 237,53 juta jiwa . Jumlah itu setara dengan 86,9% dari populasi tanah air yang mencapai 273,32 juta orang. maka potensi dari syariat Islam yang berhubungan dengan keuangan yang dapat dikembangkan, salah satunya adalah zakat.

Menurut beberapa penelitian menemukan fakta bahwa zakat di beberapa negara muslim sangat berpengaruh positif terhadap perekonomian negara. Sebagaimana pada masa kepemimpinan khalifah umar bin khattab uang yang terkumpul di baitul mal itu sekitar 3 milyar dinar atau setara dengan 6 ribu triliun .

Tidak hanya sekedar mendorong perekonomian secara kuantitatif, akan tetapi penggalian zakat juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas. Salah satu tujuan zakat adalah pemerataan pendapatan dan mengurangi pengangguran.

Zakat sangat berpotensi memiliki banyak manfaat untuk menyelesaikan kendala keuangan para pelaku ekonomi yang bergerak di sektor UMKM, pendidikan, pertanian, pengentasan kemiskinan dan pengangguran.

Sejauh ini, total potensi zakat di Indonesia berdasarkan outlook data zakat 2021 Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebesar Rp327,6 triliun. Sedangkan realisasi pengumpulan zakat baru mencapai Rp71,4 triliun atau sekitar 21,7 persen. Dari jumlah realisasi tersebut kondisi ini mengakibatkan sulitnya mengoptimalkan pengelolaan zakat di Indonesia.

Kementerian Agama (Kemenag) telah mengumumkan sebanyak 114 Lembaga Amil Zakat (LAZ) pada skala nasional hingga skala kabupaten/kota yang resmi mendapatkan izin dari pemerintah. Namun, dari hasil penelusuran pada web resmi masing-masing LAZ
tersebut, ditemukan bahwa masih banyak yang belum membuat laporan keuangan.

Dengan melihat data hampir setiap ormas mempunyai LAZ, maka pasti para kader juga mengimpikan HMI membentuk LAZ. Karena melihat HMI adalah organiasasi mahasiswa Islam terbesar dan tertua di Indonesia yang berdiri secara independen, tidak terafiliasi dengan ormas atau parpol apapun.

Diketahui data jumlah kader HMI di seluruh Indonesia sekitar 6 juta jiwa beserta alumni yang terdiri dari berbagai kalangan profesi seperti pengusaha, akademisi , politisi ,birokrat , cendekiawan dan banyak pula yang menjadi Tokoh nasional yang menduduki jabatan strategis di pemerintahan

Saya percaya ini bisa di manfaatkan oleh kader-kader HMI untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat yang berbasis teknologi digital pengumpulan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS).

Kalau seluruh kader-kader HMI di seluruh Indonesia bergerak secara teroganisir untuk pengumpulan dan Mengelolah ZIS dengan kualitas kader HMI yang sudah tidak di ragukan lagi. Yakinlah potensi zakat nasional yang 327, 6 triliun itu bisa tercapai untuk membantu perekonomian negara. Dan juga bisa di manfaatkan untuk sektor pendidikan, UMKM, pengentasan kemiskinan dan pengangguran.

Saatnya, di zaman 4.0 ini HMI harus mengambil peran dalam pengelolaan dan pengumpulan zakat demi membantu pemerintah dalam mengoptimalkan pengumpulan zakat. Pembuatan LAZ pun menjadi terobosan baru untuk HMI sebagaimana komitmen keislaman, keummatan dan kebangsaan.(*)

Komentar