Jalan Watubelah Cirebon Ambles, Penyebabnya Belum Diketahui
TERASKATA.COM, CIREBON – Kondisi jalan ambles di wilayah Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon hingga kini belum diketahui pasti penyebabnya.
Pihak kelurahan setempat mengaku masih menanti langkah konkret dari dinas terkait untuk melakukan perbaikan fisik di lapangan.
Lurah Watubelah, Mohamad Idris menyatakan dirinya tidak mengetahui secara detail kronologi awal kerusakan tersebut. Faktor masa jabatan yang baru berjalan satu bulan menjadi alasan utama dirinya belum menguasai penuh riwayat kerusakan infrastruktur di wilayahnya.
“Jadi awal ambles itu kronologinya tidak tahu. Cuma yang jelas kalau ambles itu mungkin dari mobil muatan berat atau bagaimana, bukan karena motor. Terkait dengan secara detail saya tidak tahu persis karena baru menjabat satu bulan,” ujar Idris saat dikonfirmasi di Kantor Kelurahan Watubelah, Senin (12/5/2026) sore.
Idris menjelaskan, fasilitas publik tersebut sudah dalam kondisi rusak saat ia resmi memimpin Kelurahan Watubelah pada 1 April 2026 lalu. Kerusakan fatal terjadi pada struktur penahan saluran air di bawah jalan.
“Kebetulan di sini gorong-gorong (jalan) ada yang ambles. Itu juga ada dari masyarakat yang melaporkan gorong-gorong yang ambles itu,” katanya menambahkan.
Upaya koordinasi lintas sektor sebenarnya sudah mulai dilakukan. Momentum peninjauan lapangan terjadi secara tidak sengaja saat pihak kelurahan menggelar kegiatan Jumat Bersih (Jumsih) di area jogging track Watubelah.
“Waktu Jumat ada Jumsih di jogging track di Watubelah. Kita pas kebetulan bertemu dengan Pak Kadis PUTR, Kabid, (dan) Bapelitbangda. Itu kan langsung disurvei ke lapangan melihat bahwa gorong-gorong itu ambles tidak bisa dilewati mobil,” jelas Idris.
Melihat dampak kerusakan yang melumpuhkan akses kendaraan roda empat, Idris langsung melayangkan permohonan resmi kepada instansi yang berwenang agar kedaruratan infrastruktur ini segera ditangani.
“Saya minta ke dinas terkait bahwa segera untuk melakukan perbaikan atau pembangunan di lokasi itu,” tegasnya.
Menurutnya, respons positif didapatkan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon. Pihak dinas berjanji akan mengutamakan proyek rekonstruksi gorong-gorong tersebut dalam agenda kerja mereka.
“Dari DPUTR menjanjikan bahwa ini skala prioritas, akan dilaksanakan. Cuma disana sudah menjanjikan ini skala prioritas baik dilaksanakan,” ungkap Idris.
Meski demikian, realisasi pengerjaan di lapangan masih harus menerobos kendala birokrasi anggaran. Hingga pertengahan Mei 2026, Pemerintah Kabupaten Cirebon dilaporkan belum memulai pelaksanaan proyek fisik secara massal.
“Karena baru setengah bulan saya menjabat, sehingga proses ini kan kita mencari informasi lagi. Karena ini secara fisik pembangunan Kabupaten Cirebon belum melaksanakan kegiatan fisik, sehingga kita masih nunggu berita akan pelaksanaan itu,” pungkasnya.
Penulis : Mu’min
Editor : Arya

