TERASKATA

Membangun Indonesia

Ini Alasan Camat Malangke Sebut Duel Maut di Desa Tandung Tak Terkait Pilkades Serentak

Pilkades Tandung, Kecamatan Malangke Luwu Utara diwarnai perkelahian warga berujung maut, Rabu (14/7/2021). foto: dari laman realitakini.co.id

“Kita tunggu saja hasil penyelidikan polisi terkait motif atau apa yang melatar belakangi pertikaian itu,” tutup Akram.

Diberitakan sebelumnya, pesta demokrasi, pemilihan kepala desa (Pilkades) Tandung berakhir duka.

Itu setelah terjadi perkelahian menggunakan senjata tajam antara Jumardin dan Ayyub.

Jumardin meregang nyawa akibat luka tusuk di bagian dadanya, sementara Ayyub mengalami pendarahan di lengannya.

Insiden tersebut terjadi beberapa saat setelah pemungutan suara Pilkades Tandung selesai.

Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, AKP Amri, menjelaskan duel maut itu terjadi ketika perhitungan suara Pilkades Tandung sementara berlangsung.

Saat itu, korban yang merupakan pendukung calkades Tandung nomor urut 01 melintas sambil mengeraskan suara knalpot motornya di depan pelaku, yang merupakan pendukung calkades Tandung nomor urut 02.

“Saat itu, pelaku diduga tersinggung dan langsung mengejar korban. Setelah keduanya berhadapan, kemudian terjadi perkelahian. Pelaku menggunakan sebilah badik dan korban menggunakan parang. Pelaku terluka di bagian tangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Malangke, AKP Daud Sisang, menambahkan, pelaku saat ini sudah diamankan di Polres Luwu Utara.

Polisi termasuk dari personel brimob saat ini disiagakan di sekitar tempat kejadian, rumah pelaku, dan rumah korban untuk mencegah konflik ini meluas.

Adapun Pilkades Tandung dimenangkan calon nomor urut 1, Sabaruddin yang meraih 1.035 suara. Sementara calon nomor urut 2, Saidil hanya memperoleh 334 suara. (int)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

IKLAN BANNER