TERASKATA.COM

Dari Timur Membangun Indonesia

HMPS PBSI UNCP Gelar Seminar Nasional, Bahas Peran Budaya di Era 4.0

Budaya yang biasa menjadi roh suatu daerah memang diera ini mulai mengalami pergeseran yang cukup mengkhawatirkan, dampaknya masyarakat semakin mudah terpancing isu-isu SARA yang berujung pada tindakan anarkis.
admin |

TERASKATA, Palopo – Diikuti ratusan mahasiswa se Kota Palopo, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sastra dan Budaya Indonesia (HMPS PBSI) Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) menggelar seminar Sastra Indonesia dan Budaya, di Gedung Sakotae Palopo, Sabtu (11/1/2020).

Seminar Nasional dengan tajuk ‘Peran Bahasa, Sastra dan Budaya dalam Revolusi Industri 4.0 untuk Menghadapi Lintas Zaman’ itu menghadirkan tiga narasumber.

Masing-masing Andi Saifuddin atau Maddikka Bua, Penulis buku Puya ke Puya, Faisal Oddang, dan Kepala Prodi Bahasa Indonesia Unismuh Makassar, Dr Munira MPd.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Warek 3 UNCP Suhardi. Dalam sambutannya ia berpesan agar semua peserta yang hadir mampu memeberikan bentuk perhatian terhadap materi yang disampaikan oleh narasumber,

“Pergeseran nilai-nilai budaya dan sastra semakin terasa, sejarah dan implementasi budaya tidak lagi menjadi perhatian diera yang serba cepat ini,” ungkapnya.

Lanjut Suardi “hadirnya para narasumber ini sekiranya dapat di manfaatkan, dan diambil ilmunya,” tambahnya saat diminta mewakili Rektor UNCP yang tidak sempat ikut dalam kegiatan tersebut.

Budaya yang biasa menjadi roh suatu daerah memang diera ini mulai mengalami pergeseran yang cukup mengkhawatirkan, dampaknya masyarakat semakin mudah terpancing isu-isu SARA yang berujung pada tindakan anarkis.

Hal demikian menjadi dasar Hmps PBSI Uncp, dalam harapannya ketua Hmps PBSI mengatakan hadirnya seminar tersebut mampu memberikan pemahaman dan kesadaran utamanya dikalangan Mahasiswa,

“Isu sara yang memecahkan belah bangsa ini menjadi perhatian kita dalam beberapa bulan terakhir, bagaimana mungkin kita mampu terbang bebas kalau beban yang kita pikul masih sangat terasa berat,” ucap Ketua HMPS PBSI Fadli Bassam.

“Kita begitu cepat terprovokasi bahkan dengan perkataan sepele sekalipun,” tambah Fadli.

Selain seminar HMPS PBSI juga membuka Lapak buku di luar gedung saekotae beberapa genre buka terlihat berjejer rapi mulai dari Novel, Sejarah dan buku-buku filsafat. (HDT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini