oleh

Perairan Pelabuhan Loktuan Perlu Pengerukan, Andi Faiz Minta Segera Ditindaklanjuti

TERASAKATA.COM, BONTANG – Kondisi perairan di sekitar Pelabuhan Loktuan yang mulai dangkal dikeluhkan kapten kapal KM Binaiya Ahmad beberapa waktu lalu, mendapat respon Ketua DPRD Bontang.

Menurut Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam upaya pengerukan memang sudah seharusnya dilakukan agar arus lalulintas atau manuver kapal berjalan lancar. Ia pun meminta pemerintah melalui dinas terkait segera menindaklanjuti keluhan tersebut.

“Kalau memang harus segera dikerok, pemerintah bisa langsung kordinasi dengan bagian Kesyahbandaran dan Otoritas pelabuhan (KSOP) dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Karena mereka lebih paham soal itu,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Ia pun meminta agar dinas terkait segera berkoordinasi bersama otoritas pelabuhan segera mengajukan anggaran untuk biaya pengerukan agar secepatnya dapat dikerjakan.

“Mungkin bisa diajukan anggaran entah itu ke Pelindo, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ataukah PU Bontang agar segera dikeruk itu,” timpalnya.

Namun sebelum melakukan pengerukan, Ketua DPC Partai Golkar ini juga menyarankan, agar terlebih dahulu dilakukan peninjauan baik dari sisi Pelindo, KSOP, Dishub dan dinas terkait lainnya. Sehingga pengerukan bisa dikerjakan dengan lancar dan aman.

“Jadi semuanya harus terlibat,” terangnya.

Diakhir Faiz, berharap pembenahan ini dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat saat berlayar, sebab menurutnya, itu merupakan yang paling utama.

“Karena keselamatan dan kenyamanan yang utama saya berharap ini segera ditindaklanjuti. Kalau terus seperti itu kasihan mereka masa nunggu air naik baru kapal bisa lewat,” tandasnya.

Diketahui, sebelumnya Kapten Kapal KM.Binaiya Ahmad mengeluhkan, kondisi perairan di sekitar dermaga Pelabuhan Loktuan yang mulai dangkal. Hal ini ia sampaikan saat Komisi III DPRD Bontang menggelar Inspeksi mendadak (Sidak) terkait fasilitas dan pelayanan di Pelabuhan Loktuan, Senin (25/7/2022).

Menurutnya, kondisi perairan disekitar dermaga yang mulai dangkal itu, menyulitkan dirinya saat akan melakukan manuver kapal ketika hendak sandar. Apalagi ukuran Kapal KM Binaiya milik PT Pelayaran Indonesia (Pelni) cukup besar memiliki ukuran panjang 99,80 meter, lebar 18 meter dan tinggi 35 meter, dengan kapasitas 972 penumpang.

Bahkan, Ia mengaku kapal yang ia nahkodai itu sempat tersangkut. Adapun pendangkalan yang terparah disekitar dermaga itu berjarak 50 meter dari pelabuhan Loktuan, perlu dilakukan pengurukan dengan kedalaman 6 meter.

“Bukan tersangkut lagi, tapi sudah ngesot kita jalan, jadi saya mohon melalui pertemuan ini bisa disampaikan untuk ditindaklanjuti dilakukan pengerukan,” ujarnya. (adv)

Komentar