TERASKATA

Membangun Indonesia

Kisah Kekejaman PKI di Indonesia (1): Alquran Diinjak-injak, Santri Putri Diraba-raba

Ilustrasi kisah kekejaman PKI di Indonesia.

TERASKATA.com – Kekejaman Partai Komunis (PKI) di Indonesia bukan hanya tentang peristiwa pembunuhan tujuh perwira tinggi TNI pada 30 September 1965 atau yang lazim disebut G30S/PKI. Banyak cerita tragis sebelum peristiwa itu.

Pada 13 Januari 1965, sebuah peristiwa memilukan juga karena teror PKI.

Sebuah teror yang para saksi sejarah berharap agar tak lagi terulang di masa depan, di mana ketika itu kebengisan dan kekejaman PKI di Kanigoro terjadi.

Saksi hidup Muawanah Ali (71), yang juga menjadi salah satu korban peristiwa kekejaman PKI di Kanigoro, selalu tak kuat menahan linangan air mata. Dia ingat jelas kejadian memilukan yang ia alami sendiri dalam acara mental training Pelajar Islam Indonesia (PII) di Kanigoro.

Selama ini, menurut Muawanah, masyarakat Indonesia hanya mengetahui kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI) melalui peristiwa Gerakan 30 September PKI (G-30S/PKI).

Namun, jika hendak dirunut lagi, berdasar sejarahnya, sebelum terjadi (G-30S/PKI), sudah banyak kekejaman PKI terhadap rakyat Indonesia, terutama umat muslim. Salah satunya Peristiwa Kanigoro pada 13 Januari 1965.

Bersama 125 anggota Pemuda Islam Indonesia (PII) lainnya dari seluruh Jawa Timur, Muawanah dan kawan-kawannya diserang Pemuda Rakyat dan Barisan Tani Indonesia (BTI), dua ormas binaan PKI.

Ketika itu, Muawanah masih berada di asrama. Ia hendak berangkat ke Masjid untuk mengikuti kuliah subuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

IKLAN BANNER