TERASKATA

Membangun Indonesia

Tragedi Sriwijaya Air SJ182: Kisah Berbeda 2 Pramugari, Gadis Cantik asal Luwu Lolos dari Maut

Kisah berbeda dua pramugari di balik tragedi Sriwijaya Air SJ182, Ananda Lestari (kiri) dan Isti Yudha Prastika.

Irfan mengatakan, adiknya telah bekerja selama 16 tahun sebagai pramugari. Namun masuk Nam Air baru tahun 2019 dan sempat dirumahkan akibat pandemi Covid-19.

“Kerja di pesawat dari usia 18-19 tahun, sekarang 35 tahun. Masuk di Nam Air baru 2019 dan langsung menjadi staf. Setelah beberapa bulan di rumahkan, keterima lagi di Nam Air dan terbang lagi,” jelasnya.

Dirinya mengaku mendapat kabar terkait pesawat Sriwijaya Air yang hilang kontak dari media online sekitar pukul 16.00 WIB.

Namun dirinya berharap agar adiknya tidak ada di pesawat yang masih satu group dengan perusahaan tempat adiknya bekerja.

“Habis bangun tidur siang lihat berita Sriwijaya Air hilang kontak saya langsung kepikiran adik saya saja. Mudah-mudahan bukan adik saya yang di dalam,” katanya.

“Ternyata sekitar pukul 17.00 lewat, abang saya ngabarin bahwa adik saya ada di dalam pesawat Sriwijaya yang jatuh,” sambungnya.

Mendengar kabar tersebut, Irfan langsung datang ke rumah orang tuanya untuk mengabari ibu dan ayahnya.

Irfan mengatakan adiknya sempat melakukan komunikasi kepada ibu dan istrinya via telepon pada sehari sebelum kepergian tersebut.

“Dari rumah saya di Sawangan langsung kemari. Terakhir kontak ibu saya itu pada malamnya, Jumat malam. Adik saya sempat video call, nelpon istri saya juga tapi nggak sempat diangkat karena lagi tidur,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

IKLAN BANNER