TERASKATA

Membangun Indonesia

Viral, Bupati Ini Dikeroyok Penagih Hutang di Rujabnya

Ramli MS. (Bupati Aceh Barat)

TERASKATA, Aceh Barat – Sebuah Video berdurasi 1.34 menit yang menayangkan Bupati Aceh Barat Ramli AS dikeroyok, mendadak viral.

Menanggapi video itu, Bupati Ramli memberikan klarifikasi terkait video perkelahian yang terjadi di pendopo Bupati di kawasan Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan.

Saat konfrensi pers di Meulaboh, Kamis (20/2/2020), Ramli bercerita sebelum kejadian tersebut ia menerima surat berlogo Jurnal Bayang Kara.

Surat tersebut kemudian diserahkan Ramli ke Sekda karena ia mengira dari media. Ternyata surat tersebut berisi penagihan utang kerbau untuk kenduri saat masa kampanye pemilihan Bupati Aceh Barat beberapa waktu lalu.

”Surat penagihan utang itu sebelumnya juga sudah diserahkan ke saya, saya pikir itu dari media, saya langsung disposisi ke Sekda untuk dipelajari,” katanya.

”Tapi setelah dipelajari, surat itu salah alamat, tidak ada kaitannya dengan saya,” tambahnya.

Selasa (18/2/2020), Ramli menerima lima orang tamu yang berkaitan dengan surat tersebut di pendopo bupati. Salah satu tamu yang bernama Zahidin mengaku sebagai ustad asal Bakongan, Aceh selatan yang pernah mendoakan Ramli saat kampanye bupati beberapa waktu lalu.

Zahidin mengatakan mendapatkan surat kuasa dari Akrim (Ketua LSM yang mengeroyok Ketua PWI Aceh Barat) untuk menagih utang kerbau untuk kenduri saat kampanye.

Saat itu Zahidin menunjukkan surat kuasa yang berlogo Jurnal Bayang Kara. Ramli yang merasa tidak pernah berutang menolak untuk membayar utang yang dimaksud Zahidin. Ia juga mengatakan utang tersebut tidak ada sangkut paut dengan dirinya.

”Zahidin menagih utang, katanya dulu Akrim yang beri mereka surat kuasa pernah memberikan kerbau untuk kenduri masa kampanye,” katanya.

”Jadi saya merasa tidak berutang dan mengetahui hal itu, mereka terus memaksa saya untuk bertanggung jawab dan membayar, mereka mulai meneror saya,” lanjut Ramli.

Cekcok pun terjadi karena Ramli dipaksa untuk membayar utang yang dimaksud Zahidin.

“Saya bangun dan mendorong tangan untuk menghindari serangan dari Zahidin karena saya gelagatnya mau menyerang. Saya bangun, dan lima orang kawan Zahidin langsung melemparkan kursi. Itu bisa dilihat dalam video yang disebarkan,” jelas Ramli.

Ia mengatakan tidak mengenal lima orang yang terlibat perkelahian dengannya.

“Mereka juga tidak kenal saya, tapi mengaku timses yang mendoakan saya hingga terpilih menjadi bupati,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

IKLAN BANNER