Asrofi Mengundurkan Diri Dari PDIP Brebes, Ini Alasannya
Saat mendatangi Kantor DPC, Asrofi mengaku kecewa karena kantor tutup dan terkunci rapat. Sambil menunjukkan surat pengunduran diri, Asrofi mengaku kecewa dengan kepengurusan DPC PDIP Brebes periode 2025-2030 yang dianggap terbentuk tidak sesuai dengan mekanisme partai.
“Siang hari ini Saya Asrofi, kader PDIP mendatangi Kantor DPC PDIP Kabupaten Brebes untuk menyerahkan surat pengunduran diri saya sebagai anggota maupun kader PDIP Kabupaten Brebes,” kata Asrofi saat mendatangi Kantor DPC PDIP Brebes.
Dia melanjutkan, dirinya mengundurkan diri sebagai kader sebagai bentuk rasa kecewa terkait hasil konfercab pada 28 Desember 2025. Dia menyebut bahwa Indra Kusuma telah menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Brebes selama 25 tahun dengan segala kelebihan dan kekurangan, namun saat kembali diusulkan untuk periode 2025-2030 justru tidak terpilih.
“Menurut kami proses yang tidak lazim. Biasanya pemilihan Ketua DPC usulan dari ranting dan PAC. Mereka telah mengusulkan nama-nama di luar Cahrudin (Ketua DPC PDIP sekarang). Namun yang jadi justru nama yang tidak pernah diusulkan. Sehingga ini bentuk rasa kecewa mengambil sikap sebagai kader,” paparnya.
Dia mengungkapkan, terhitung sejak 7 Januari 2026, dirinya resmi mengundurkan diri sebagai kader PDIP. Dia menjelaskan, surat pengunduran diri versi digital dikirimkan kepada Ketua DPC PDIP Brebes, Cahrudin. “Hari ini tidak ada orang di kantor, sehingga lain waktu kami akan mengirim lewat kantor pos atau lainnya,” tambahnya.
Pengunduran diri karena kekecewaan ini juga dilakukan oleh Jamaludin, selaku Bendahara PAC Brebes. Dia menyebut bahwa dirinya mengundurkan diri sebagai pengurus partai di tingkat kecamatan pada 7 Januari 2026, sebagai bentuk kekecewaan terhadap proses pemilihan ketua partai yang tidak sesuai dengan mekanisme partai.
“15 PAC mendukung Pak Indra Kusuma, tapi tidak ternyata yang jadi ketua tidak sesuai dengan aspirasi anak cabang dan ranting,” tandasnya.
(Haryoto/Teraskata)





Tinggalkan Balasan