TERASKATA

Membangun Indonesia

Copot John Rende Mangontan Sebagai Ketua Komisi D, Golkar Sulsel Bisa Kena Imbas Separah Ini

Mantan Bendahara Golkar Luwu Nurhaeni Amir.

“Sebagai Ketua yang hadir pada saat itu, apa yang dilakukan Pak Taufan Pawe adalah hal yang wajar. Kalau tidak ditegur ya wibawa Ketua juga dipertaruhkan. Namun, endingnya tidak harus sampai mencopot JRM dari AKD. Kalau partai betul-betul mau tegas mulai dari level pusat sampai kabupaten kota, harusnya sudah banyak kader yang disanksi dengan keras karena tidak total mendukung calon yang diusung partai,” jelasnya.

Dalam setiap perhelatan Pilkada, Pilgub hingga Pilres, mantan Jurnalis Metro TV ini menilai, bukan hal yang baru lagi ketika ada kader partai yang berbeda dukungan dengan calon yang diusung partainya sendiri.

Beberapa pengurus partai bahkan secara terang-terangan mengkampanyekan calon lain. Perbedaan dukungan ini lanjutnya, bisa dipengaruhi oleh idealisme, pragmatisme, atau bahkan oportunisme.

“Mekanisme pengambilan keputusan dalam ajang pemilihan kepala daerah yang masih bersifat top-down bukan bottom-up bisa menjadi salah satu pemicu hal ini terjadi. Belum lagi jika dipengaruhi oleh orientasi politik pragmatis yang jangka pendek” imbuhnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

IKLAN BANNER