TERASKATA

Membangun Indonesia

Membangun Politik Lokal yang Inklusif: Kolaborasi Generasi Tua dan Muda sebagai Kunci Sukses

Foto Ilustrasi (dok Teraskata.com)

TERASKATA.COM, BREBES – Partisipasi politik lokal saat ini sedang mengalami perubahan besar. Generasi muda dan tua memiliki cara pandang yang berbeda tentang politik, dan perbedaan ini sering disalahpahami sebagai konflik generasi.

Namun, menurut pandangan politik Azra Fadila Prabowo, S.I.P, dalam artikelnya yang berjudul “Lintas Generasi dalam Partisipasi Politik Lokal: Antara Memori, Momentum, dan Masa Depan” menjelaskan bahwa sebenarnya yang terjadi bukan krisis partisipasi, melainkan kegagalan adaptasi politik lokal dalam memahami lintas generasi.

Politik lokal selama ini dibangun seperti rumah tua yang kokoh, penuh sejarah dan struktur. Namun, rumah itu lupa membuka jendela untuk generasi muda yang membawa ide, energi, dan cara pandang baru,”ungkap Azra Fadila Prabowo kepada awak media Teraskata.com, Minggu 25/01/2026.

Lebih lanjut Azra Fadila Prabowo mengatakan, dalam politik lokal generasi senior menjaga fondasi dan tiang-tiangnya dengan disiplin dan loyalitas, sementara generasi muda berdiri di luar, membawa ide dan energi baru, namun tidak selalu diberi pintu masuk.

Perbedaan cara pandang antara generasi tua dan muda ini juga tercermin dalam cara mereka memaknai politik. Generasi tua memaknai politik sebagai warisan perjuangan yang harus dirawat lewat struktur organisasi, hierarki, dan kedisiplinan. Sementara itu, generasi muda memaknai politik sebagai ruang makna untuk menyuarakan nilai, memperjuangkan isu, dan menuntut perubahan,”Ujarnya.

Namun, politik lokal masih mengukur partisipasi dengan alat ukur lama, seperti kehadiran fisik di rapat, keanggotaan formal, dan aktivitas struktural. Akibatnya, partisipasi digital, advokasi isu, diskursus publik, dan gerakan komunitas dianggap “bukan politik”, padahal justru di situlah denyut partisipasi generasi muda bergerak.

Untuk itu, Azra Fadila Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi antara generasi tua dan muda dalam politik lokal. Generasi tua membawa pengalaman dan kehati-hatian, sementara generasi muda membawa kecepatan dan keberanian. Jika keduanya dipertemukan secara setara, politik lokal tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh dewasa.

Dalam konteks ini, partai politik dan institusi lokal seharusnya menjadi ruang temu, bukan sekadar mesin mobilisasi. Ketika generasi muda hanya dipanggil saat pemilu dan generasi tua hanya dihargai karena masa lalu, maka politik kehilangan arah jangka panjang.

Oleh karena itu, Azra Fadila Prabowo menegaskan , bahwa masa depan politik lokal tidak ditentukan oleh usia, melainkan oleh kemampuan untuk berkolaborasi. Demokrasi lokal yang sehat bukan yang paling bising, tetapi yang paling mampu mendengarkan, lintas generasi, lintas cara berpikir, dan lintas kepentingan.

Dengan demikian, kolaborasi antara generasi tua dan muda dalam politik lokal menjadi kunci sukses dalam membangun politik lokal yang inklusif dan berkelanjutan,”imbuhnya.

Hryt/Teraskata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini