Minim Peminat KPPS di Makassar, Tak Disangka Ini Penyebabnya
Hal senada disampaikan Ketua PPS Kelurahan Rappokalling Kecamatan Tallo, Safri. Ia mengatakan sejauh ini pihaknya masih menunggu pengembalian formulir oleh calon KPPS. Untuk di kelurahan Rappokalling terdapat 25 TPS sehingga membutuhkan KPPS dan Linmas sekitar 225 orang.
“Seperti PPS di kelurahan yang lain kami juga masih sementara menunggu pengembalian formulir,” katanya.
Di kelurahan Tammua, Kecamatan Tallo, data terakhir Selasa (13/10/2020) kemarin jumlah calon KPPS yang telah mengembalikan formulir sekitar 100 orang. Di kelurahan Tammua, terdapat 17 TPS sehingga membutuhkan KPPS dan Linmas sekitar 153 orang.
Adapun yang menjadi persoalan sehingga pendaftar calon KPPS, kata Rahmat Khalid, selaku PPS Lurah Tammua adalah karena adanya informasi keliru di masyarakat Kelurahan Tammua.
“Banyak hoax yang beredar di masyarakat seperti kabar bahwa calon KPPS akan dilakukan tes swab, padahal hanya rapid test,” katanya.
Di kelurahan Rappojawa Kecamatan Tallo juga terjadi kendala yang sama dalam proses pendaftaran calon KPPS. Ketua PPS Kelurahan Rappojawa, Zus Fahmi mengatakan pembatasan usia dari 20-50 tahun dan rapid pun jadi problem.
“Tapi kami tetap sosialisasikan bahwa rapid tes itu untuk jaga kesehatan penyelenggaraan dan pemilu nantinya. Saat pleno DPS ada masukan warga bahwa masih ada yang belum terdata sehingga kami melakukan verifikasi di lapangan dan dimasukkan ke daftar pemilih baru. Ada juga yang ada namanya tapi sudah pindah atau meninggal, itu juga kami verifikasi di lapangan,” katanya.
Sementara itu, Sapril Rombo selaku ketua PPS Kelurahan Ujung Pandang Baru Kecamatan Tallo mengatakan masyarakat cukup antusias untuk berpartisipasi pada pesta pemilihan wali kota dan wakil wali kota Makassar.
“Warga di sini cukup antusias dengan pemilihan wali kota dan wakil wali kota. Sejauh ini pendaftaran calon KPPS sudah di atas 50 persen. Di sini terdapat 8 TPS dengan DPS 3.106,” katanya. (*)






Tinggalkan Balasan