Penantang Husler – Budiman dan Indah – Suaib Harus Kerja Ekstra di Pilkada Lutim dan Lutra
“Pak Dani Pomanto di Makassar, Kalatiku Paembonan di Toraja Utara dan Suardi Saleh di Barru, berada pada posisi yang rawan sehingga wajib mengerahkan semua potensi kelebihannya untuk menunjang keterpilihannya,” katanya
Untuk tiga petahana yang menghadapi tekanan kuat, Mantan Ketua KPU Makassar ini menyebut disebabkan oleh karena rivalnya yang menerapkan aksi sosialisasi sporadis di wilayah basis petahana dan juga memanfaatkan keuntungan dari kelemahan yang terjadi pada petaha di kesempatan terkahir ini.
“Misalnya di Barru, Malkam dan Mudassir sukses memanfaatkan penggantian wakil Suardi yaitu Andi Mirza. Kedua Paslon berhasil menarik sebagian gerbong Andi Idris Syukur menyeberang ke mereka. Sementara di Makassar, kita bisa melihat betapa perlawanan tiga rival DP sangat sporadis baik dari sisi sosialisasi demikian pula aksi downgrade mereka terhadap DP,” tambahnya.
Namun, tiga petahana yang menurutnya dalam posisi tertekan itu diakui Nurmal masih berposisi sebagai pemimpin persepsi pemilih hingga saat ini.
“Ketiganya tertekan tapi masih memimpin opini. Kita belum tahu apa yang akan terjadi hingga 9 Desember 2020. Namun, satu keuntungan petahana ini karena ketiganya menghadapi perlawanan dari dua dan tiga Paslon yang juga masing-masing bersaing untuk menang,” tutupnya. (*)






Tinggalkan Balasan