WTL Berebut Kursi DPR RI : Putri Dakka Andalkan Suara Terbanyak, Judas Amir Dinilai Paling Loyal
TERASKATA.Com – Tiga politisi Tana Luwu berebut kursi Anggota DPR RI yang ditinggal Rusdi Masse Mappasessu (RMS). Ketiganya adalah politisi nasdem yang ikut bertarung di Pemilu 2024 lalu.
Mereka adalah Putri Dakka, Hayarna Hakim dan Judas Amir. Putri Dakka merupakan bekas Ketua DPD Nasdem Luwu Utara. Ia peraih suara terbanyak ketiga pada Pemilu 2024 dengan perolehan 53.700 suara.
Hayarna Hakim merupakan bekas ketua DPRD Luwu dari partai Golkar. Ia bertarung di Pemilu 2024 lewat Partai Nasdem saat suaimnya menjabat Bupati Luwu dan Putranya, Arham Basmin sebagai Ketua DPD Nasdem Luwu. Ia finish di posisi kelima dengan perolehan suara 29.162.
Sedangkan Judas Amir merupakan Ketua DPD Nasdem Palopo yang juga mantan Walikota dua Periode. Ia pernah tercatat sebagai Anggota DPRD Luwu, Ketua Nasdem Luwu, hingga Wakil Ketua DPW Nasdem Sulsel. Di Pemilu 2024 lalu, ia mengumpulkan sebanyak 12.669 suara.
Putri Dakka : Saya Tidak Pernah Mundur dari Nasdem
Berdasarkan regulasi, Putri Dakka menjadi figur yang paling kuat sebagai pengganti RMS di DPR RI. Itu karena ia meraih suara terbanyak ketiga setelah RMS dan Eva Stevany Rataba.
Hanya saja, ia terganjal isu pindah partai menjelang Pilkada Palopo 2024 silam. Ia bahkan maju sebagai kandidat calon walikota diusung PDI Perjuangan dan PAN. Putri Dakka melawan Calon Wali Kota usungan Partai Nasdem di Pilkada Palopo.
Isu pindah partai ini dibantah Putri Dakka. Ia mengaku tidak pernah mundur sebagai kader dan tidak pernah dipecat oleh partai.
“Saya tidak pernah mundur dari Partai Nasdem, tidak pernah menandatangani surat pengunduran diri. Saya juga tidak pernah terima surat pemecatan. Saya tidak pernah pindah partai,” bebernya dikutip dari fajar.co.id.
DPW Nasdem Sebut Judas Amir Paling Steril
Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPW NasDem Sulsel, Tobo Haeruddin, mempertimbangkan mengusul Judas Amir sebagai pengganti RMS. Judas Amir dinilai sebagai figur yang paling steril dari sejumlah nama yang ada.
“Judas adalah yang paling steril. Dari segi kontribusi dan loyalitas, ia jelas unggul. Ia dua kali memenangkan NasDem di Palopo, dan dari sisi loyalitas serta rekam jejak, ia paling tidak bermasalah,” ujar Tobo.
Judas Amir dinilai berhasil membesarkan partai di wilayah basisnya, sehingga prestasi tersebut layak dihargai dalam pertimbangan PAW. (*)

