Ratusan Masyarakat Menghadiri Rapat Umum Kedua Di Desa Cot Girek Kandang
Lhokseumawe – Teraskata.com I Ratusan massa warga masyarakat Gampong Cot Girek Kandang memenuhi halaman Meunasah tersebut dalam rapat umum yang kedua pada Selasa malam, (31/10/2023).
Permasalahan pro dan kontra terhadap dinamika yang sedang terjadi di Desa tersebut sangat menarik minat masyarakat sehingga ratusan masyarakat ingin melihat rapat yang di adakan.
Berbagai permasalahan yang dibahas kemudian di jawab oleh Aparatur Desa, Ketua Tuha Peut juga Tarmizi Thaib selaku Geuchik Desa Cot Girek Kandang yang telah selesai masa jabatannya.
Tak hanya itu, masyarakat juga mendengarkan beberapa pendapat dari pihak instansi terkait yang berhadir seperti dari Inspektorat juga dari perwakilan Kecamatan yaitu Kasi Pemerintahan Kecamatan Muara Dua.

Salah satu narasumber yang tidak ingin nama nya disebut mengungkapkan kecewa terhadap hasil rapat tersebut.
“Hasil rapat sebelumnya, Aparatur Desa siap memberikan LPJ Dana Desa selama masa Geuchik yang sekarang memimpin, namun pada rapat yang sekarang pihak Aparatur Desa menolak memberikan LPJ dengan beberapa alasan,” ungkapnya.
Selain itu juga, masyarakat dan pihak aparatur desa sepakat untuk mengusut tuntas terkait siapa yang bermain di Dana CSR SPBE Kuta Kandang Gas.
“Kami kecewa terhadap apa yang disampaikan oleh pihak Kasi Pemerintahan Kecamatan Muara Dua, beliau meminta waktu hanya sampai pagi hari untuk mengusulkan kembali nama Pj Geuchik, hal tersebut dikarenakan nama Pj Geuchik yang diusulkan sebelumnya sudah berada di ruangan pak Pj Walikota Lhokseumawe,” katanya
“Kita para pemuda dan masyarakat Gampong Cot Girek Kandang akan melakukan beberapa langkah agar Dana Desa Cot Girek Kandang bisa di Audit oleh pihak kejaksaan maupun pihak inspektorat.” Pungkasnya.

Disisi lain, Ketua Tuha Peut Zulkifli,S.Sos saat dimintai keterangan oleh Media ini dilokasi mengatakan, “Saya mengapresiasi terhadap atensi masyarakat yang berhadir pada malam ini,” katanya.
“Rapat malam ini sudah resmi karena yang membuat rapat langsung undangan dari Tuha Peut,” ungkapnya.
“Namun kita sedikit kecewa karena ada beberapa pihak yang menyerang ke hal pribadi, namun hal tersebut sudah saya maafkan namun pada dasarnya ini bersifat demokrasi” imbuhnya.
“Harapan saya kedepan biar pun kami tidak lagi sebagai Tuha Peut namun pemikiran masyarakat harus terbuka terhadap hukum, karena kita berbicara tentang regulasi dan hukum dan kita sudah menjelaskan bahwa Dana Desa tersebut sudah dikelola dengan cukup baik.” Pungkasnya. (ZUL)






Tinggalkan Balasan