TERASKATA

Membangun Indonesia

Aktivis Pemuda Kecam Lambannya Respon Polres Palopo Terhadap Laporan Keluarga Korban FE

admin | admin admin
Alm. Feni Ere semasa hidup (ft:ist)

TERASKATA.Com, Palopo – Lambannya respon Polres Kota Palopo terhadap laporan keluarga korban Feni Ere menuai sorotan publik.

Salah satunya datang dari aktivis pemuda kota Palopo, yang juga pengurus DPD KNPI KOta Palopo, Didit Prananda. Kepada teraskata.com, ia mengecam polres Palopo yang terkesan cuek dalam menangani laporan keluarga korban FE.

”Kasus Feni Ere menunjukkan adanya kelalaian serius dalam penanganan laporan orang hilang oleh Polres Palopo. Sejak awal, laporan keluarga tidak ditanggapi serius, bahkan bukti-bukti yang ditemukan di rumah korban diabaikan. Baru setelah kasus ini viral, ada upaya dari kepolisian untuk bertindak. Ini jelas bukan standar kerja yang profesional,” ungkap Didit dengan nada kesal.

Atas peristiwa ini, Didit mendesak Polri untuk mengevaluasi Kapolres dan Kasat Reskrim Kota Palopo yang dinilai tidak bekerja secara profesional sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

”Kami mendesak Kapolri untuk segera mengevaluasi kinerja Kapolres Palopo dan Kasat Reskrim. Karena kelalaian ini bukan hanya soal prosedur, tetapi juga menyangkut nyawa seseorang,” lanjutnya.

Jika sejak awal ada tindakan yang cepat dan serius oleh pihak Polres Palopo, menurut Didit kasus ini tidak berakhir tragis.

”Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap institusi kepolisian hanya karena aparat di daerah gagal menjalankan tugasnya dengan baik,” tegasnya.

Sebelumnya, adik korban yakni Futry Ere membeberkan perlakuan tidak mengenakkan yang diterima keluarga korban saat melaporkan kasus kehilangan keluarganya di Mapolres Palopo pada Januari tahun 2024 silam.

Pada tanggal 18 Januari 2024 silam, korban Feni Ere dikabarkan hilang. Saat itu, keluarga korban mendatangi Mapolres Kota Palopo untuk melaporkan kehilangan keluarganya.

Hanya saja, menurut Futri Ere, laporannya tidak ditanggapi serius oleh kepolisian resort Kota Palopo. Bahkan oknum polisi memberikan pernyataan yang melukai perasaan keluarga korban saat itu.

”Tidak usah cari kakamu, dia sudah dewasa, mungkin dia lari sama pacarnya,” demikian pernyataan oknum polisi Polres Kota Palopo yang ditirukan adik korban kepada wartawan.

Pernyataan itu tidak hanya melukai hati keluarga korban, tetapi juga mencerminkan sikap tidak profesional polisi dalam melayani masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan polisi. Apalagi berkaitan dengan nyawa manusia.

Parahnya lagi, saat berkunjung ke rumah korban polisi sebenarnya sudah menemukan petunjuk awal berupa celana yang berlumur darah. Hanya saja, menurut adik korban, lagi-lagi polisi tidak menunjukkan keseriusan menindaklanjuti kasus tersebut meski sudah ada petunjuk awal.

”Tidak pernah ada pengusutan terkait celana yang penuh darah yang ditemukan di rumah kami. Apakah itu darah kakak saya atau darah binatang,” ujar Futri.

Karena merasa kecewa dengan sikap polisi, saat itu pihak keluarga kemudian sepakat untuk memviralkan kembali hastag #percumalaporpolisi. Itu sebagai bentuk protes keluarga korban yang merasa tidak mendapatkan pelayanan yang baik dari pihak Kepolisian Resort Kota Palopo dalam penanganan laporan kehilangan keluarganya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

IKLAN BANNER