Remas Payudara Hingga Memar, Pelaku Bilang Buah Dada Korban Lebih Besar dari Punya Istrinya

Sekadar diketahui, pemilik kontrakan di Parung Benying RT 04/03, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Tangsel meremas payudara salah seorang penghuni kontrakan.

Pelecehan seksual tersebut, bermula dari pemilik kontrakan, MR datang untuk berkumpul bersama beberapa ibu-ibu yang sedang merujak.

Disaat itu, korban S (38) mengucapkan kalimat candaan dan tanpa pikir panjang MR langsung meremas dan memelintir payudara S hingga memar.

“Itu kejadian Jumat (21/8) sekitar jam 3 sore. Abis kejadian itu payudara saya sakit, saya lihat ada bekas merah kaya kecakar gitu. Besoknya saya lihat lagi jadi biru,” ujar S, Minggu (30/8).

Karena mendapat pelecehan seksual, S akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Tangsel dengan nomor TBL/922/K/VIII/2020/SPKT/Res Tangsel tertanggal Sabtu (22/8).

Dari laporan tersebut, terduga pelaku MR disangkakan pasal 289 tentang kejahatan terhadap kesopanan dan pasal 351 tentang penganiayaan.

Hasil laporan tersebut, S berharap pihak kepolisian segera memproses laporannya dan terduga pelaku bisa menerima hukuman yang setimpal.

Karena dari pengakuan S, pelecehan seksual secara lisan yang dilakukan MR acap kali diterimanya. Dan, bahkan MR pernah menghubungi S melalui video call dan menunjukan alat kelaminnya.

“Dia sering banget ngehina saya, saya pernah di video call lewat whatsapp. Saya kira dia itu nagih uang kontrakan, pas saya angkat dia lagi nunjukin kelaminnya, langsung saya tutup video callnya,” ungkapnya.

“Saya cuman berharap, pak polisi bisa segera memproses laporan saya. Karena saya takut, dia melakukan hal yang lebih nekat sama saya,” tutup S. (*)

Komentar