Sudah Sepekan Pelaku Teror di Palopo Masih Berkeliaran, Kapolres Cuma Bisa Bilang Begini
TERASKATA.com, PALOPO – Sudah sepekan berlalu sejak aksi teror terhadap warga Palopo yang dilakukan sekelompok orang tak dikenal (OTK). Namun pelakunya masih berkeliaran. Polisi belum berhasil menangkapnya.
Padahal warga sangat berharap para pelaku bisa segera ditangkap dan motifnya diungkap. Sebab aksi teror ini sudah meresahkan.
Salah satu korban teror yang dilakukan Sabtu dini hari pekan lalu itu, Chalis (50) berharap pelaku segera ditangkap.
“Bukan hanya dipukul, motor saya juga dirusak. Semoga polisi segera menangkap pelakunya,” harapnya.
Harapan yang sama juga diungkapkan Surya (60). Pedagang buah itu mengatakan pelaku yang berjumlah 5-6 orang merusak dagangan dan menganiaya dirinya.
“Saya dilempar timbangan, akibatnya tangan saya memar. Dagangan saya juga dihancurkan pelaku,” jelasnya.
Chalis dan Surya sebagian dari korban kekerasan para pelaku. Bahkan ada korban yang harus mendapat perawatan di RSUD Sawerigading lantaran ditusuk benda tajam.
Menanggapi keresahan warga, Kapolres Palopo, AKBP Alfian Nurnas menegaskan bahwa kasus tersebut sedang ditangani serius anak buahnya.
Tapi tak banyak yang bisa dijelaskan. Hanya memastikan bahwa pihaknya masih menyelidiki kasus ini.
“Masih dalam penyelidikan,” ungkap AKBP Alfian Nurnas via WhatsApp, Sabtu (26/9/2020), dikutip Teraskata.com dari Ritmee.

Sekadar diketahui, pada Sabtu (19/9/2020) dini hari lalu, sekelompok OTK menganiaya sejumlah warga Palopo.
Setiap orang yang ditemui jadi sasaran aksi penganiayaan mereka. Seperti yang dialami Chalis (50), karyawan salah satu toko emas di jalan Durian, Kota Palopo.
Saat itu, dia sedang duduk di depan toko tempatnya bekerja bersama seorang temannya. Tiba-tiba sekelompok orang mendatanginya dengan membawa double stick atau nunchaku dan senjata tajam.
“Saya kaget karena teman saya langsung kabur. Melihat teman saya kabur, mereka tambah marah. Saya dipukul pakai double stick. Padahal saya tidak mengenal mereka. Saya juga tidak tahu salah saya apa kenapa dipukul,” jelas Halis saat ditemui di tempat kerjanya, Senin (21/9/2020) sore.
Tidak hanya dianiaya, motor Chalis pun jadi sasaran sekelompok orang itu. Dia menghancurkan motor korbannya dengan senjata yang dipakai menghajar korban.
“Mereka sekitar 5-6 orang. Karena takut, saya mencoba kabur dengan motor yang sudah dia hancurkan. Untung masih bisa nyala. Seandainya saya masih tinggal, mungkin saya dibunuh mereka” katanya.
Usai menganiaya Halis, mereka lalu menyasar pedagang buah yang tak jauh dari tempat itu. Surya (60) seorang pedagang buah juga jadi korban penganiayaan OTK itu.
Akibat penganiayaan itu, lengan kanan korban lebam dan membiru. “Saya kaget ada ribut-ribut. Saya keluar dan melihat Chalis dipukul. Saat Chalis lari menyelamatkan diri, mereka lalu mendatangi saya dan mengintimidasi saya,” urai Surya.
“Timbangan buah juga dia lempar dan mengenai lengan saya. Lihat sendiri, sampai biru begini. Mereka juga mengobrak abrik jualan saya sampai hancur. Lapak pedagang lain juga mereka hancurkan,” tambahnya.
Tidak sampai disitu, aksi premanisme itu berlanjut di jalan Sawerigading. Hery Gunawan (31) warga sekitar ditikam menggunakan benda tajam.
“Saya tidak kenal mereka. Tiba-tiba mereka menyerang, memukul dengan batu dan menusuk perut saya,” kata Hery saat ditemui di RSUD Sawerigading yang menjalani perawatan. (*)






Tinggalkan Balasan