Rusia Laporkan Kerugian Operasi Khusus, Akui Tentaranya Ditangkap dan Diperlakukan tak Manusiawi
TERASKATA.COM – Kementerian pertahanan Rusia melaporkan kerugian di antara pasukan Rusia selama operasi khusus berlangsung ke Ukraina.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenko dalam laporannya dikutip teraskata.com dari Kantor Berita Rusia (TASS), Minggu kemarin tak membantah jika ada tentara yang tewas dan ditangkap dari operasi militer khusus–bukan perang, begitu Rusia menyebutnya–.
“Tentara Rusia menunjukkan keberanian dan kepahlawanan selama operasi militer khusus. Tapi, sayangnya, ada yang tewas dan terluka di antara mereka,” katanya, seraya menambahkan bahwa kerugian Rusia jauh lebih kecil daripada “kerugian di antara pasukan Ukraina” dan nasionalis.
Dia juga mengatakan bahwa beberapa tentara Rusia telah ditawan. “Kami tahu bagaimana Nazi Ukraina memperlakukan beberapa prajurit Rusia yang telah ditawan. Kami melihat bahwa mereka menggunakan siksaan yang sama seperti Nazi Jerman selama Perang Patriotik Hebat (Front Timur selama Perang Dunia II di mana bekas Uni Soviet berperang melawan Nazi Jerman – TASS),” katanya.
Dia bersumpah bahwa militer Rusia akan terus memperlakukan pasukan Ukraina yang menyerah dengan cara yang manusiawi.
“Kami memahami bahwa mereka mengambil sumpah kepada rakyat Ukraina. Semua orang yang menyerahkan senjata dan menghentikan perlawanan akan dibebaskan kepada keluarga mereka,” tegasnya.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi pada Kamis pagi bahwa sebagai tanggapan atas permintaan para kepala republik Donbass, dia telah membuat keputusan untuk melakukan operasi militer khusus untuk melindungi orang-orang “yang telah menderita pelecehan dan genosida oleh rezim Kiev selama delapan tahun.” Pemimpin Rusia menekankan bahwa Moskow tidak memiliki rencana untuk menduduki wilayah Ukraina.

Ketika mengklarifikasi perkembangan yang sedang berlangsung, Kementerian Pertahanan Rusia meyakinkan bahwa pasukan Rusia tidak menargetkan kota-kota Ukraina, tetapi terbatas pada pembedahan yang menyerang dan melumpuhkan infrastruktur militer Ukraina. Tidak ada ancaman apapun terhadap penduduk sipil. (*/ams)
Tinggalkan Balasan