TERASKATA

Membangun Indonesia

Warga Palopo Jadi Korban Longsoran Tanah Galian Tambang Emas Bombana Sultra, Jenazah Tiba di Rumah Duka

TERASKATA.com, Palopo – Warga Kelurahan Murante Kecamatan Mungkajang Kota Palopo, Maripadang (38) jadi korban longsoran tanah galian tambang emas.

Peristiwa naas itu terjadi di Desa Tahite Kecamatan Rarowatu Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (23/11/21) sekira pukul 19.00 Wita.

Jenazah kini tiba di rumah duka, Rabu (24/11/21) sore. 

Dibawa menggunakan Ambulans dari Bombana dan jenazah akan dimakamkan usai dimandikan dan disalatkan oleh pihak keluarga.

Salah satu kerabat korban, Hairul Salim yang ditemui di rumah duka mengatakan, korban akan dimakamkan di pemakaman Salutete Kota Palopo. 

“Rencananya hari ini akan dikebumikan,”  Hairul yang juga Ketua KONI Palopo itu.

Ia juga menyebutkan, telah lama mengenal Maripadang dan selalu bersama dalam kegiatan-kegiatan pencinta alam.

“Kami sudah akrab dari dulu, memang kami selalu bersama, selalu pergi mendaki gunung sama-sama juga,” ungkapnya.

Untuk diketahui, dalam peristiwa ini ada 5 korban tewas tertimbun longsoran tanah galian emas Bombana ini.

Mereka adalah Alex (31), Abo (33), Bettu (40), Akki (41), dan Maripadang sendiri.

Sementara Abo dan Bettu merupakan warga Kabupaten Luwu dan dua korban lainnya dari Kolaka.

Dari informasi yang dihimpun, kejadian itu berawal saat kelima korban bersama dua rekannya berangkat menuju lokasi penambangan sekitar pukul 18.30 WITA.

Setelah tiba di lokasi, kelima korban masuk ke dalam lubang tikus dengan ke dalaman 15 meter. 

Sementara dua orang lainnya berada di luar lubang.

Tak lama berselang, lubang tersebut runtuh, dan langsung menimbun kelima korban.

Dua orang penambang yang selamat lalu menuju perkampungan untuk meminta bantuan warga.

Satu jam berselang, warga datang mencoba menyelamatkan korban, namun karena longsoran tanah sangat tebal, warga harus menggunakan alat berat untuk mengevakuasi.

Korban akhirnya berhasil dievakuasi dan dilarikan ke Puskesmas Poleang Utara, pukul 22.00 Wita.

Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Ferri Walintukan membenarkan kejadian itu.

“Iya, benar. Kasusnya ditangani Polres Bombana,” kata Ferry.(lia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

IKLAN BANNER