Tarif Sewa Apartemen di Jakarta Makin Mahal, Karena Expatriat
Teraskata – Apartemen sewa di Jakarta banyak diincar oleh para ekspatriat sebagai tempat tinggal sementara mereka. Kondisi ini membuat tarif sewa apartemen Jakarta makin mahal, meskipun pandemi corona masih berlangsung.
Demikian dikutip dari survei properti Bank Indonesia (BI) yang dikutip, Selasa (23/4/2020).
Survei tersebut mengatakan, apartemen di Jakarta banyak disewa oleh para ekspatriat yang berasal dari Jepang, Korea, Amerika, Eropa, India, dan Arab.
Ekspatriat yang berasal dari Korea & Jepang lebih memilih bangunan apartemen untuk tinggal, yang berlokasi di wilayah Central Business District (CBD) Jakarta.
Selain untuk hunian para ekspatriat, apartemen di Jakarta juga sering disewa untuk akomodasi rapat para instansi dan perusahaan.
Dalam survei BI disebutkan, pasokan apartemen di Jakarta sepanjang triwulan I-2020 tetap sebanyak 11.872 unit, namun permintaan terus meningkat pesat.
Tingkat hunian dan tarif sewa apartemen di Jakarta pada triwulan I-2020 meningkat masing-masing sebesar 0,53% dan 4,47%. Tarif sewa apartemen di Jakarta pada triwulan I-2020 menjadi Rp 873,620/m2/bulan. Secara keseluruhan tarif sewa ini naik sebesar 14,61% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Seiring dengan semakin stabilnya perekonomian dan didukung oleh daya beli masyarakat yang semakin tinggi, maka permintaan apartemen sewa pun diperkirakan akan naik juga. Hal ini pula yang menyebabkan permintaan untuk jual apartemen semakin beragam di jakarta.
Apartemen sewa merupakan alternatif hunian selain hotel dan penginapan lain untuk para wisatawan juga ekspatriat yang ingin tinggal lebih lama dalam menikmati liburan di Jakarta. (*)







Tinggalkan Balasan