TERASKATA

Membangun Indonesia

Ketika TNI Bontang Hadir Menyambung Harapan Warga Masdarling

admin |
Aktivitas perbaikan jembatan Masdarling melalui program TMMD Kodim Bontang.

TERASKATA.COM, BONTANG – Pagi itu, suara palu bersahutan dengan tawa warga. Di Kampung Masdarling, Kelurahan Gunung Telihan, Jumat (24/4/2026), jembatan kayu yang selama ini setia menopang langkah warga, kembali “dihidupkan”.

Kayu-kayu tua yang mulai rapuh satu per satu diganti. Papan-papan baru dipasang dengan hati-hati. Di bawahnya, aliran kecil tetap mengalir seperti biasa, seolah menjadi saksi bahwa jembatan ini bukan sekadar lintasan, melainkan nadi kehidupan.

Di sana, tak ada sekat. Anggota Kodim 0908/Bontang, aparat kelurahan, hingga warga dari berbagai usia larut dalam satu irama kerja. Mereka mengangkat, memaku, dan merapikan bersama.

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 menjadi alasan pertemuan itu. Namun yang terasa bukan sekadar program, melainkan perjumpaan yang menghangatkan.

Serma Syarifudin, staf teritorial Kodim 0908/Bontang, tampak tak canggung bercampur dengan warga. Tangannya ikut memegang kayu, sesekali memberi arahan, lalu kembali bekerja seperti yang lain.

Baginya, kegiatan yang dilakoninya bukan hanya soal membangun jembatan. Lebih dari itu, yang terpenting adalah tentang kebersamaan. Kerja bersama untuk kepentingan bersama. Juga soal kepedulian TNI terhadap masyarakat.

Sebagaimana filosofi dasar “Kemanunggalan TNI-Rakyat” dengan slogan TNI selalu bersama rakyat. TNI lahir, tumbuh, dan berjuang bersama rakyat.

”Kegiatan ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga wujud kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat,” ujar Serma Syarifudin di sela kegiatan.

Jembatan itu memang sederhana—terbuat dari kayu, tanpa ornamen mewah. Namun bagi warga Masdarling, ia adalah jalan menuju sekolah, pasar, dan tempat mencari nafkah. Setiap hari, langkah-langkah kecil dan besar melintasinya, membawa harapan yang sama. Yakni, hidup yang lebih baik.

Sebelum diperbaiki, kondisinya mulai mengkhawatirkan. Kayu lapuk, bagian tengah jebol, beberapa bagian goyah. Setiap pijakan terasa seperti pertaruhan kecil. Selalu ada ancaman keselamatan saat melintasinya. Kekhawatiran itu kini perlahan sirna, tergantikan oleh rasa lega.

Lurah Gunung Telihan yang turut hadir menyebut, keterlibatan TNI memberi energi baru bagi warga. Bukan hanya karena pekerjaan jadi lebih cepat selesai, tetapi karena rasa kebersamaan kembali tumbuh.

Baginya, kehadiran TMMD membawa dampak nyata, tidak hanya dalam pembangunan infrastruktur, tetapi juga mempererat hubungan sosial.

Di sudut lain, partisipasi masyarakat terlihat begitu antusias. Beberapa warga tampak sibuk mengangkut material. Ada yang memikul kayu, ada pula yang sekadar membantu menyiapkan kebutuhan pekerja. Tak ada yang merasa paling penting, semua mengambil peran.

Suasana kerja yang penuh kebersamaan menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam pembangunan daerah.

Gotong royong adalah nilai lama yang kerap disebut memudar, namun di tempat ini justru terasa nyata. Ia hidup dalam peluh, dalam canda, dan dalam kebersamaan yang sederhana.

Program TMMD ke-128 memang dirancang untuk mempercepat pembangunan, terutama di wilayah yang masih membutuhkan sentuhan infrastruktur. Namun di Masdarling, dampaknya terasa lebih dari itu.

Ia menyambung hubungan.Ia menguatkan rasa memiliki. Dan yang terpenting, ia mengingatkan bahwa pembangunan bukan hanya soal hasil akhir, tetapi tentang proses yang melibatkan hati.

Menjelang siang, jembatan itu mulai tampak kokoh. Papan-papan tersusun rapi, siap kembali dilalui. Anak-anak mungkin akan kembali berlari di atasnya, para orang tua melintas dengan tenang, tanpa rasa was-was seperti sebelumnya.

Di atas jembatan yang baru diperbaiki itu, bukan hanya kayu yang disusun ulang. Harapan warga Masdarling pun ikut disambung kembali.

Dan hari ini, mereka membuktikan satu hal sederhana, bahwa ketika semua bergerak bersama, hal-hal besar bisa lahir dari kerja yang tampak biasa.

Kerja ikhlas berlatar kebersamaan yang dipelopori TNI, menuai apresiasi dari pimpinan Daerah. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengungkap, bahwa program TMMD bukan hanya soal pembangunan fisik. Disana ada nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

Bagi Neni, TMMD di kota yang dipimpinnya itu menjadi bagian dari upaya memperkuat program prioritas pemerintah daerah yakni “Menata Bontang”. Fokusnya pada pembenahan infrastruktur dan lingkungan kota.

”TMMD menjadi salah satu penguat dalam percepatan pembangunan,” katanya. (yudi)

Dengan diperbaikinya jembatan ini, diharapkan akses masyarakat Kampung Masdarling menjadi lebih aman dan lancar, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan warga.

Kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat di Kampung Masdarling menjadi cerminan nyata bahwa pembangunan yang kuat lahir dari kebersamaan. TMMD bukan sekadar program, melainkan gerakan yang menyatukan langkah demi Indonesia yang lebih tangguh. (yudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini