TERASKATA

Membangun Indonesia

Hasil Penjualan Capai Jutaan, Tiga Bandar Obat Terlarang di Cirebon Berakhir di Jeruji Besi

admin |

TERASKATA.Com, Cirebon Satuan Reserse Narkoba Polresta Cirebon mengungkap tiga kasus peredaran sediaan farmasi tanpa izin di wilayah hukum Kabupaten Cirebon dalam kurun waktu satu malam, Kamis (9/4/2026).

Dari operasi tersebut, petugas mengamankan tiga tersangka beserta ribuan butir obat keras terbatas dan uang tunai jutaan rupiah.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, menyatakan penangkapan itu merupakan komitmen jajaran Polresta Cirebon dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari penyalahgunaan obat keras ilegal.

Menurutnya, operasi dilakukan di tiga lokasi berbeda yakni Susukan, Gempol, dan Pabedilan. Tersangka berinisial HS (29) ditangkap di rumahnya pada pukul 18.00 WIB. Petugas menemukan 525 butir Tramadol dan uang tunai Rp400.000.

Tersangka A (22) diamankan di pinggir jalan raya Pantura depan Alfamart Desa Gempol pada pukul 20.00 WIB. Dari tangan tersangka, polisi menyita 465 butir Trihexyphenidyl dan 100 butir Tramadol.

Sementara tersangka AMM (31) ditangkap di halaman rumahnya pada pukul 21.30 WIB. Petugas menyita 89 butir Tramadol, 41 butir Trihexyphenidyl, serta uang tunai yang diduga hasil penjualan sebesar Rp8.250.000.

“Total barang bukti yang berhasil diamankan dari ketiga tersangka meliputi 714 butir Tramadol, 506 butir Trihexyphenidyl, uang tunai total senilai Rp8.730.000, dan tiga unit telepon genggam milik para tersangka yang digunakan untuk transaksi,” kata Kombes Pol Imara Utama, Jumat (10/4/2026).

Saat ini, ketiga tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolresta Cirebon untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Mereka dijerat dengan Pasal 435 jo Pasal 436 ayat (1) dan (2) UU RI No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, sebagaimana telah diubah dalam UU RI No. 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Kapolresta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila melihat, mengetahui atau mencurigai adanya aktivitas peredaran obat keras ilegal di lingkungan sekitar.

Pihaknya memastikan, jajaran Polresta Cirebon tidak akan berhenti memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba maupun obat keras ilegal lainnya di wilayah Kabupaten Cirebon.

“Kami juga meminta peran aktif masyarakat Kabupaten Cirebon untuk segera melaporkan tindak kejahatan yang mengganggu situasi kamtibmas maupun tindak kejahatan narkoba melalui Layanan Call Center 110 Polresta Cirebon. Dipastikan setiap laporan yang diterima akan ditindaklanjuti secepatnya,” pungkasnya. (Mu’min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini