TERASKATA

Membangun Indonesia

Universitas Malikussaleh Kukuhkan 7 Guru Besar

Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar Rapat Senat Terbuka dalam rangka pengukuhan tujuh guru besar baru, Senin (20/4/2026), di Auditorium Tgk. Abdul Wahab Dahlawy, Kampus Reuleut, Aceh Utara.

TERASKATA.COM, LHOKSEUMAWEUniversitas Malikussaleh (Unimal) resmi mengukuhkan tujuh guru besar baru dalam Rapat Senat Terbuka yang digelar di Auditorium Teuku Abdul Wahab Dahlawy, Kampus Reuleut, Senin (20/4/2026).

Pengukuhan ini dipimpin langsung oleh Rektor Unimal, Herman Fithra Asean Eng, dan menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas akademik serta riset di lingkungan kampus.

Ketua Senat Unimal, Deassy Siska, menyampaikan bahwa ketujuh guru besar yang dikukuhkan berasal dari empat fakultas berbeda.

“Pengukuhan guru besar ini dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Malikussaleh,” ujarnya.

Dengan penambahan tersebut, jumlah guru besar di Unimal kini mencapai 25 orang.

Deassy berharap, bertambahnya jumlah profesor dapat memperkuat atmosfer akademik kampus, khususnya dalam menghasilkan penelitian yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, keberadaan guru besar menjadi salah satu indikator penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.

Rektor: Profesor Harus Hadirkan Solusi

Dalam sambutannya, Rektor Unimal menegaskan bahwa pencapaian gelar profesor bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

“Para profesor harus mampu menghadirkan optimisme, memberikan solusi, dan tidak terjebak dalam pola pikir sempit,” tegas Herman.

Ia juga menyoroti kondisi geopolitik global yang dinamis dan berdampak pada Indonesia, sehingga peran akademisi, khususnya profesor, sangat dibutuhkan dalam memberikan pemikiran konstruktif.

“Fokus utama ke depan adalah memperbanyak riset yang dapat diimplementasikan untuk kemajuan bangsa,” tambahnya.

Peran Strategis Profesor di Indonesia

Rektor turut mengingatkan bahwa jumlah profesor di Indonesia masih tergolong terbatas, sehingga peran mereka menjadi sangat krusial dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.

Selain aktif mengajar, para guru besar diharapkan mampu menghasilkan riset berkualitas serta menjadi teladan dalam kehidupan akademik maupun sosial.

Acara pengukuhan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir, pimpinan perguruan tinggi, unsur kejaksaan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Berikut Tujuh Guru Besar Universitas Malikussaleh yang Dikukuhkan

Prof. Mawardati – Ekonomi Produksi Pertanian
Prof. Laila Nazirah – Pemuliaan Tanaman
Prof. Asnawi – Ekonomi Pertanian
Prof. Ghazali Syamni – Perilaku Keuangan
Prof. Faisal – Hukum Ekonomi Islam
Prof. Malahayati – Hukum Internasional
Prof. Arnawan Hasibuan – Teknologi Rekayasa Energi Berkelanjutan

(Zulfan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini