TERASKATA

Membangun Indonesia

Dari Jual Perhiasan Istri hingga Jadi Pengusaha Sukses : Kisah Inspiratif Muhadi

TERASKATA.COM, BREBES – Muhadi, seorang pria asal Brebes, telah membuktikan bahwa keterbatasan finansial bukanlah penghalang menuju puncak prestasi.

Dengan modal awal 3 juta rupiah hasil menjual perhiasan istrinya, Muhadi berhasil membangun imperium bisnisnya secara otodidak dan mendapatkan penghargaan dari Presiden di Istana Negara.

Perjalanan Muhadi dimulai dari nol, tanpa backing finansial maupun relasi dari orang berpengaruh. Ia murni mengandalkan insting bisnis dan kerja keras untuk mencapai kesuksesan. Salah satu momen krusial dalam perjalanan bisnisnya adalah ketika ia harus merelakan perhiasan istrinya dijual demi modal usaha.

Hal itu disampaikan oleh CEO PT Dedi Jaya Lambang Perkasa DR (HC) KH Muhadi Setiabudi dalam acara dialog dan ramah tamah bersama Aktivis dan Wartawan di Gran Dian Guci Tegal pada, Sabtu 24/01/2025 malam.

“Uang hasil jual gelang dan kalung itu akhirnya sudah kembali. Saya bilang ke istri, ‘Dek, beli kalung lagi ya buat simpanan.’ Dulu, istri saya itu juragan becak. Begitu ada uang, saya belikan kalung lagi sebagai bentuk syukur karena sudah bisa melunasi,” kenang Muhadi penuh haru.

Di awal usahanya, Muhadi bahkan belum memiliki kendaraan operasional. Ia terpaksa meminjam motor Vespa milik kakaknya untuk membeli material bangunan seperti kayu dan bambu. Meski hanya kendaraan pinjaman, Muhadi menjalaninya dengan rasa syukur.

“Orang-orang desa mulai melihat, wah Muhadi sudah bisa naik Vespa. Padahal itu motor titipan untuk operasional usaha material saya,” ujarnya.

Keuletan Muhadi membuahkan hasil manis pada era 1980-an. Pertumbuhan asetnya yang begitu cepat sempat memicu desas-desus miring di tengah masyarakat. Ia sempat diisukan menggunakan “pesugihan” karena kesuksesannya yang begitu cepat.

Namun, Muhadi tidak pernah menyerah dan terus berjuang untuk mencapai tujuannya. Ia berhasil menjadi salah satu pengusaha tersukses di Kabupaten Brebes dan mendapatkan penghargaan dari Presiden di Istana Negara.

Pada tahun 1992, Muhadi terpilih sebagai Pemuda Pelopor Tingkat Nasional dan menerima penghargaan langsung dari Presiden Soeharto. Momen itu sangat membekas bagi Muhadi dan membuatnya menangis karena tidak menyangka bahwa anak desa seperti dirinya bisa mencapai kesuksesan sebesar 25 tahun.

“Saya menangis di Istana Negara. Saya tidak menyangka, anak desa yang memulai semuanya sendiri secara otodidak, bisa diundang ke Istana di zaman Orde Baru. Itu momen yang tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup,” ujarnya.

Kisah Muhadi adalah contoh inspiratif bagi siapa saja yang ingin mencapai kesuksesan. Dengan kerja keras, ketekunan, dan keberanian mengambil risiko, kita dapat mencapai tujuan kita dan membuat impian menjadi kenyataan.

Hryt/Teraskata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini