Genjot Kualitas SDM, Pemkot Cirebon Matangkan Program Makanan Bergizi Gratis, Sasar Ibu Hamil hingga Balita
TERASKATA.COM, CIREBON – Pemkot Cirebon menunjukkan keseriusan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Salah satunya melalui penguatan program strategis nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Komitmen ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan MBG yang digelar di Balai Kota Cirebon, Rabu (15/4/2026).
Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, hadir langsung memimpin rapat didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Cirebon, Sutikno, bersama jajaran perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait.
Dalam arahannya, Farida menegaskan bahwa rapat koordinasi ini bukan sekadar agenda formal, melainkan langkah konkret menyatukan visi dan memperkuat sinergi antarinstansi dalam mengawal keberhasilan program MBG.
“Program ini bukan hanya soal distribusi makanan, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Kota Cirebon,” tegasnya.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada aspek fisik dan ekonomi. Kualitas kesehatan masyarakat menjadi fondasi utama dalam menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing.
Ia pun menyoroti masih adanya tantangan serius terkait gizi buruk dan stunting yang membutuhkan penanganan terukur dan berkelanjutan, khususnya pada fase emas pertumbuhan anak.
Fokus Kelompok Prioritas 3B
Dalam implementasinya, Pemkot Cirebon memprioritaskan kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Kelompok ini dinilai paling rentan dan menjadi kunci dalam upaya pencegahan stunting sejak dini.
Selain itu, Farida juga menekankan pentingnya sistem distribusi yang efektif dengan mempertimbangkan jarak antara penerima manfaat dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Distribusi yang dekat akan memudahkan pengawasan dan memastikan kualitas layanan tetap terjaga,” ujarnya.
Dari sisi manajerial, seluruh perangkat daerah diminta meningkatkan koordinasi lintas sektor agar program berjalan tanpa hambatan.
Distribusi Rutin Libatkan 771 TPK
Sementara itu, Kepala Dinas DP3APPKB Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno, menjelaskan bahwa distribusi makanan bergizi akan dilakukan secara rutin setiap Senin hingga Sabtu.
Paket makanan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi masing-masing penerima, dengan melibatkan 771 personel Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang tersebar di lima kecamatan.
“Kami prioritaskan ibu hamil dengan risiko KEK dan balita stunting, agar percepatan penurunan angka stunting bisa tercapai,” ungkapnya.
43 SPPG Disiapkan, Standar Kesehatan Diperketat
Di sisi lain, Koordinator Wilayah SPPG Kota Cirebon, Yoga Adijaya, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 43 SPPG yang tersebar di lima kecamatan, yakni Kesambi, Kejaksan, Lemahwungkuk, Harjamukti, dan Pekalipan.
Namun demikian, dari jumlah tersebut baru 19 SPPG yang telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sementara 24 lainnya masih dalam proses pemenuhan standar.
Selain itu, kesiapan infrastruktur seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan food security kit terus diperkuat guna menjamin keamanan pangan.
“Kami terus memastikan setiap SPPG memenuhi standar operasional, baik dari sisi sanitasi, keamanan pangan, maupun distribusi,” jelas Yoga.
Target: Nol Stunting Baru
Melalui penguatan program MBG, Pemkot Cirebon optimistis dapat menciptakan generasi yang lebih sehat sekaligus mempercepat penurunan angka stunting secara berkelanjutan.
“Semoga tidak ada stunting baru dan program ini benar-benar menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas SDM,” tutup Budi.
Dengan sinergi lintas sektor dan pengawasan ketat, Kota Cirebon menargetkan mampu menjadi contoh sukses implementasi program nasional dalam membangun generasi masa depan yang sehat dan unggul.
(Diyan)





Tinggalkan Balasan