TERASKATA

Membangun Indonesia

TPS Setu Wetan Cirebon Kini Kinclong, Pengelola Baru Minta Warga Disiplin Bayar Iuran

admin |
TPS Setu Wetan Cirebon Kini Kinclong, Pengelola Baru Minta Warga Disiplin Bayar Iuran. -FT: Mu'min-

CIREBON – Aroma tak sedap akibat tumpukan sampah yang menggunung di Blok Kedungbawang, Desa Setu Wetan, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon kini perlahan hilang.

Sejak Jumat (27/3/2026), lokasi tersebut tampak bersih total setelah dilakukan pengangkutan besar-besaran menggunakan alat berat.

Aktivitas pembersihan TPS ini menandai babak baru pengelolaan sampah, dibawah kepengurusan baru yang dipimpin oleh Adi Muharam Dwi Nugraha.

Dalam presentasinya, Adi memaparkan strategi jangka pendek dan panjang untuk memastikan masalah klasik ini tidak terulang kembali.

“Saat ini kondisi sudah bersih total. Kami memproyeksikan dalam 4 hingga 5 bulan ke depan, efektivitas pengolahan bisa mencapai 80 persen. Target besarnya, pada tahun 2027 masalah persampahan di Setu Wetan benar-benar teratasi,” ujar Adi dalam keterangan tertulisnya.

Begini penampakan tumpukan sampah yang menggunung di Desa Setu Wetan sebelum dibersihkan.
Begini penampakan tumpukan sampah yang menggunung di Desa Setu Wetan sebelum dibersihkan. –FT:Mu’min–

Untuk mencapai target tersebut, pengelola yang terdiri dari 7 orang personel hasil Musdes 21 Februari 2026 ini, akan menerapkan sistem pemilahan dan penggunaan tungku pembakar (insinerator) untuk residu sampah.

Adi juga merencanakan peningkatan ritasi pengangkutan hingga 20 kali per bulan, yang terdiri dari 10 amrol dan 10 ritasi reguler.

Keberlanjutan program ini disandarkan pada Peraturan Desa (Perdes) Nomor 4 Tahun 2025. Adi menekankan pentingnya soliditas internal pengurus untuk menjalankan amanah tersebut.

“Kami harap semua pengelola kompak. Dengan sinergi dan kepatuhan terhadap Perdes, sistem ini akan berjalan baik. Kami juga meminta dukungan semua pihak agar apa yang dicita-citakan di tahun 2027 bisa terwujud,” tambahnya.

Warga Setu Wetan Sambut Positif  Langkah Pengelola Batu Atasi Sampah

Langkah nyata ini disambut positif oleh warga setempat yang selama ini terdampak bau menyengat. Yogi Syahrial, warga Desa Setu Wetan, mengungkapkan rasa syukurnya namun tetap memberikan catatan kritis.

“Harapan saya ke depan pengolahan oleh lembaga desa ini lebih transparan soal anggaran dan maksimal kinerjanya. Apalagi sudah ada payung hukumnya, baik dari Dana Desa maupun retribusi,” kata Yogi.

Ia juga mengingatkan agar Pemerintah Desa (Pemdes) tidak anti-kritik dan lebih terbuka terhadap aspirasi warga.

“Harapan saya kepada Pemdes Setu Wetan, baik Kuwu maupun jajarannya, supaya jangan anti-kritik. Mau mendengar keluhan masyarakat dan lebih transparan dalam segala hal yang menyangkut pembangunan desa,” tegas Yogi.

Senada dengan Yogi, Irwan, warga lainnya, berharap kebersihan ini dipertahankan, terutama menjelang momen besar. “Jangan sampai saat momen ziarah kubur atau Lebaran, sampah menggunung lagi. Itu sangat mengganggu peziarah dan warga,” tuturnya.

Di sisi lain, Adi Muharam menyampaikan apresiasi kepada Kuwu Setu Wetan, Nurwahyudi dan BPD yang telah mempercayakan pengelolaan sampah secara mandiri kepada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD).

Namun, ia mengingatkan bahwa kelancaran operasional sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. “Kami mengimbau kepada seluruh pelanggan sampah agar disiplin membayar iuran tepat waktu. Ini demi kelancaran operasional kita bersama,” pungkas Adi.

Kini, warga Setu Wetan menaruh harapan besar pada pundak pengelola baru. Transformasi dari gunungan sampah menjadi area bersih di Blok Kedungbawang diharapkan menjadi titik balik terciptanya lingkungan desa yang lebih sehat dan tertata. (Mu’min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini