TERASKATA

Membangun Indonesia

Dari Jembatan hingga Pasar Rakyat, Menteri PU Percepat Infrastruktur Penopang Jember

Muhammad Zulfan

Jember – Kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo, ke Kabupaten Jember menandai babak baru percepatan pembangunan infrastruktur daerah.

Bersama Bupati Jember Gus Fawait, agenda dimulai dari Pendopo Wahyawibawagraha, sebelum meninjau sejumlah titik krusial yang selama ini menjadi sorotan publik.

Tiga lokasi strategis masuk radar peninjauan yakni, Jembatan Pakusari, Pasar Tanjung, serta kawasan rencana pembangunan Flyover Mangli. Ketiganya dinilai vital baik untuk keselamatan warga, kelancaran mobilitas, maupun penguatan denyut ekonomi lokal.

Di hadapan jajaran Pemkab Jember, Menteri PU menegaskan komitmen sinergi pusat–daerah. Penanganan infrastruktur kebencanaan menjadi prioritas utama.

“Ada 16 jembatan dan 50 bendung yang akan dikerjakan bersama oleh pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat. Ini menyangkut keselamatan masyarakat, jadi harus dipercepat,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, kunjungan lapangan dilakukan setelah menerima laporan kondisi infrastruktur yang tergolong darurat. Dengan melihat langsung, pemerintah pusat dapat menyusun langkah percepatan yang lebih presisi dan responsif.

Tak hanya soal kebencanaan, dukungan juga mengalir untuk pelebaran jalan nasional ruas Tanggul–Kota Jember serta revitalisasi Pasar Tanjung.

Khusus pasar, Menteri PU memberi penekanan kuat pada identitas lokal.

“Pasar tradisional harus punya wajah Jember—bukan meniru Jakarta. Kearifan lokal wajib tercermin dalam arsitekturnya,” ujarnya.

Revitalisasi Pasar Tanjung akan dimulai setelah Detail Engineering Design (DED) rampung. Pemerintah memastikan proses sosialisasi kepada pedagang dilakukan sejak awal agar aktivitas ekonomi tetap berjalan selama pembangunan.

Sementara itu, Bupati Jember Gus Fawait menyambut positif dukungan pemerintah pusat. Menurutnya, penguatan infrastruktur adalah kunci untuk menurunkan kemiskinan ekstrem, membuka akses ekonomi, dan meningkatkan daya saing daerah.

“Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi investasi masa depan Jember,” tandasnya.

Dengan langkah konkret ini, Jember diharapkan bergerak lebih cepat—lebih aman dari risiko bencana dan semakin kuat sebagai pusat ekonomi rakyat.

(Wiwik)