TERASKATA

Membangun Indonesia

Revitalisasi SMP di Cirebon Kini Berbasis Dapodik, Verifikasi Langsung dari Pusat

Redaktur Teraskata.com
Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Muhamad Rukyat Zain.

TERASKATA.COM, CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Pendidikan tengah mempersiapkan langkah besar dalam perbaikan sarana pendidikan.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Muhamad Rukyat Zain, mengungkapkan rencana revitalisasi gedung sekolah yang ditargetkan berjalan maksimal pada tahun 2026 mendatang.

Menurut Zain, proses penentuan sekolah yang berhak menerima bantuan kini sepenuhnya berbasis sistem. Melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik), pusat dapat memantau langsung kondisi riil bangunan di setiap sekolah.

“Rencana revitalisasi ini bukan semata kebijakan dinas, melainkan by system. Semuanya tergantung dari pengisian Dapodik oleh masing-masing sekolah. Jika di sistem terbaca ada kerusakan sedang atau berat, bantuan akan turun dengan sendirinya,” ujar Zain saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Selasa (28/4/2026).

Hingga saat ini, tercatat ada 80 sekolah yang mengajukan bantuan. Dari jumlah tersebut, 75 sekolah sudah terdaftar dan 33 sekolah di antaranya telah masuk dalam tahap terverifikasi untuk mendapatkan bantuan revitalisasi.

Zain menekankan bahwa dinas berupaya menjaga keadilan dalam distribusi bantuan agar tidak terjadi ketimpangan kualitas antar sekolah. Tim dari Direktorat SMP Kemendikdasmen pun telah melakukan verifikasi langsung ke lapangan guna memastikan akurasi data.

“Kemarin kami mengutus tim melalui perbantuan dengan pihak UI (Universitas Indonesia). Jadi, verifikasi langsung dilakukan dari pusat untuk menentukan mana yang masuk prioritas kerusakan ringan, sedang, maupun berat,” tambahnya.

Mengenai realisasi terdekat, Zain menyebutkan bahwa pada bulan Mei ini diharapkan Surat Keputusan (SK) untuk sejumlah proyek rehabilitasi sudah turun. Saat ini, sudah ada satu sekolah swasta yang menyelesaikan bimbingan teknis (Bimtek) melalui jalur aspirasi pusat, sementara dua lainnya sedang dalam tahap pra-Bimtek.

“Untuk bulan Mei, jika SK sudah turun, ada sekitar 12 paket rehabilitasi ruangan dan bangunan yang siap berjalan. Kami berharap proses efisiensi anggaran tahun ini tidak berdampak signifikan terhadap rencana perbaikan gedung SMP di Kabupaten Cirebon,” tutupnya.

Dengan sistem digitalisasi ini, pihak Dinas Pendidikan mengimbau setiap kepala sekolah untuk lebih proaktif dan akurat dalam memperbarui data Dapodik, karena hal tersebut menjadi kunci utama mendapatkan bantuan pembenahan infrastruktur sekolah. (Mu’min)