Disdik Cirebon Ingatkan Kepsek: Jangan Main-main dalam Proyek Revitalisasi SMP PSN
TERASKATA.COM, CIREBON – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya dalam mengawal program revitalisasi gedung sekolah yang merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN). Meski anggaran langsung disalurkan dari pemerintah pusat ke sekolah, pengawasan tetap dilakukan secara ketat untuk memastikan kualitas pembangunan sesuai standar.
Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (PSMP) Disdik Kabupaten Cirebon, Muhamad Rukyat Zain, menjelaskan bahwa Disdik dalam program ini berperan sebagai pengawas dan fasilitator.
Menurutnya, seluruh proses pembangunan termasuk pembelian material menjadi tanggung jawab pihak sekolah melalui panitia pembangunan yang telah dibentuk.
“Sekolah membangun sendiri karena ini program pusat langsung ke sekolah, bukan melalui Disdik. Namun kami memastikan kualitasnya sesuai,” ujar Zain, Kamis (30/4/2026).
Ia menegaskan pihaknya mengingatkan kepala sekolah agar tidak “bermain-main” dalam pelaksanaan proyek tersebut dan wajib mengikuti Rencana Anggaran Biaya (RAB) tanpa mengurangi kualitas pekerjaan.
Pemilihan Material Diserahkan ke Sekolah
Dalam pelaksanaannya, sekolah diberikan keleluasaan untuk menentukan penyedia material seperti baja ringan, selama memiliki jaminan dan garansi sistem konstruksi yang jelas.
Disdik juga tetap mendorong agar pelaksanaan proyek mengutamakan kearifan lokal di daerah masing-masing.
Zain mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 33 SMP di Kabupaten Cirebon yang telah terverifikasi untuk menerima program revitalisasi.
Namun, sebagian besar masih berada dalam status menunggu atau belum mendapatkan kepastian pelaksanaan.
“Hanya satu sekolah yang sudah fix dan akan mulai pembangunan bulan Mei setelah Bimtek. Sisanya masih menunggu undangan dari Kementerian,” jelasnya.
Ia menambahkan, status verifikasi tidak otomatis menjamin pencairan atau pelaksanaan proyek. Semua masih menunggu keputusan dan undangan resmi dari Kementerian Pendidikan, terutama terkait Bimbingan Teknis (Bimtek).
Menurutnya, kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh adanya efisiensi anggaran di tingkat pusat.
Dari total 80 SMP Negeri di Kabupaten Cirebon, Disdik berharap program revitalisasi dapat diperluas agar lebih banyak sekolah memperoleh manfaat.
“Revitalisasi bangunan adalah hak masyarakat. Kami berharap seluruh sekolah yang terverifikasi bisa terealisasi tahun ini,” tutup Zain. (Mu’min)


