TERASKATA

Membangun Indonesia

Pagi yang Berubah Jadi Abu: Kisah Rumah Sarkun yang Dilalap Api di Cirebon

admin |
Rumah Sarkun, Warga Desa Galagamba, Cirebon, yang dilalap api. (FT:Mu'mmin)

TERASKATA.COM, CIREBON Pagi di Desa Galagamba biasanya berjalan tenang. Aktivitas warga perlahan dimulai, sebagian menyiapkan sarapan, sebagian lainnya bersiap memulai hari.

Namun Selasa pagi itu, suasana berubah seketika. Dari sebuah rumah sederhana milik Sarkun di Desa Galagamba, asap hitam pekat mulai membumbung. Tak lama, api muncul. Kecil, lalu membesar, dan akhirnya tak terkendali.

Waktu menunjukkan sekitar pukul 07.45 WIB. Didi, salah satu warga yang berada tak jauh dari lokasi, menjadi orang pertama yang menyadari ada yang tidak beres. Ia melihat kepulan asap keluar dari sela atap rumah. Awalnya samar, lalu semakin tebal.

Ketika mencoba mendekat dan memeriksa ke dalam, pemandangan yang ia temui membuatnya tertegun. Api sudah membesar, melahap bagian dapur, dan mulai menjalar ke seluruh ruangan.

Tak ada banyak waktu. Teriakan warga memecah pagi. Kepanikan menyebar lebih cepat daripada api itu sendiri.

Laporan darurat segera diteruskan. Tak lama, aparat dari Polsek Ciwaringin dan Polresta Cirebon tiba di lokasi.

Dua unit mobil pemadam kebakaran menyusul, membawa harapan di tengah kobaran yang terus membesar.

Api bukan hanya mengancam satu rumah. Di kawasan permukiman padat seperti itu, satu percikan saja bisa menjalar ke mana-mana.

Petugas, dibantu warga, berjibaku melawan api. Air disemprotkan tanpa henti, sementara panas terus memancar dari bangunan yang perlahan runtuh.

Waktu terasa berjalan lambat. Hampir dua jam mereka berjuang. Hingga akhirnya, sekitar pukul 09.30 WIB, api berhasil dipadamkan.

Yang Tersisa Hanya Puing dan Abu

Ketika kobaran itu akhirnya reda, tak banyak yang tersisa. Rumah itu—yang mungkin menyimpan cerita, kenangan, dan jerih payah bertahun-tahun—kini rata dengan tanah.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kerugian yang ditinggalkan tidak kecil. Ditaksir mencapai Rp200 juta, seluruh harta benda milik Sarkun habis dilalap api.

Di tengah puing-puing yang masih mengepul, suasana berubah sunyi. Warga hanya bisa berdiri, menyaksikan sisa-sisa kebakaran yang menyisakan duka.

Penyelidikan Dilakukan Polres Cirebon

Kapolresta Cirebon, Imara Utama, memastikan pihaknya bergerak cepat menangani peristiwa ini.

Tim telah diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi guna mengetahui penyebab pasti kebakaran.

“Kami fokus memastikan sumber api serta menjamin keamanan lingkungan pasca-kejadian,” ujarnya.

Kini, lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi. Sementara itu, warga sekitar mulai kembali beraktivitas, meski bayang-bayang kejadian pagi itu masih terasa.

Kebakaran ini menjadi pengingat bahwa bahaya bisa datang tanpa tanda. Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama terhadap instalasi listrik dan penggunaan kompor di rumah.

Hal-hal yang tampak sepele, bisa berubah menjadi bencana dalam hitungan menit.

Pagi itu, di Galagamba, api tidak hanya membakar sebuah rumah. Ia juga meninggalkan pelajaran—tentang kewaspadaan, tentang kehilangan, dan tentang bagaimana kehidupan bisa berubah dalam sekejap. (Mu’min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini