Andi Ina Kartika Sari, Bupati Barru yang Terseret Kasus Korupsi Bibit Nanas
TERASKATA.COM, MAKASSAR – Nama Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, tengah menjadi sorotan publik. Itu setelah mantan Ketua DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) ini terseret dalam pusaran kasus dugaan korupsi pengadaan bibit nanas di Pemprov Sulsel.
Kasus yang ditaksir merugikan negara hingga puluhan miliar rupiah ini, tengah ditangani penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel. Kasus ini menyeret sejumlah nama, termasuk politisi Golkar Andi Ina Kartika Sari.
Andi Ina-sapaan akrabnya- bukanlah sosok baru dalam dunia politik Sulawesi Selatan. Ia dikenal sebagai politisi berpengaruh yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPRD Sulsel periode 2019–2024.
Karier politiknya terbilang moncer, hingga akhirnya dipercaya memimpin Kabupaten Barru sebagai bupati.
Karier Politik dan Latar Belakang
Andi Ina berasal dari keluarga dengan latar belakang politik yang kuat. Ia dikenal aktif dalam berbagai kegiatan pemerintahan dan legislatif, serta memiliki jaringan politik yang luas di Sulsel.
Selama menjabat sebagai Ketua DPRD, ia kerap terlibat dalam pengambilan keputusan strategis terkait kebijakan daerah, termasuk dalam sektor pertanian dan penganggaran.
Kiprahnya yang cukup panjang di dunia politik menjadikan Andi Ina sebagai salah satu figur perempuan yang berpengaruh di tingkat provinsi. Ia juga dikenal vokal dalam berbagai isu pembangunan daerah, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.
Terseret Kasus Korupsi Bibit Nanas
Nama Andi Ina mencuat dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan bibit nanas yang dikelola oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHBun) Provinsi Sulawesi Selatan. Proyek tersebut disebut-sebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp60 miliar.
Dalam pengembangan kasus ini, penyidik Kejati Sulsel telah memeriksa sejumlah kepala daerah dan mantan pejabat legislatif. Andi Ina diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan Ketua DPRD Sulsel yang diduga mengetahui atau terlibat dalam proses penganggaran proyek tersebut.
Kasus ini sendiri bermula dari dugaan adanya penyimpangan dalam pengadaan bibit nanas, mulai dari proses perencanaan hingga distribusi yang dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan di lapangan.
Dampak Politik dan Sorotan Publik
Terseretnya nama Andi Ina dalam kasus ini tentu menjadi pukulan bagi citra kepemimpinannya di Barru. Publik kini menanti perkembangan penyelidikan, termasuk kemungkinan adanya penetapan tersangka oleh aparat penegak hukum.
Di sisi lain, kasus ini juga membuka kembali diskusi mengenai transparansi anggaran dan pengawasan proyek pertanian di daerah. Banyak pihak menilai bahwa kasus bibit nanas ini menjadi contoh lemahnya kontrol terhadap penggunaan anggaran daerah.
Hingga saat ini, Kejati Sulsel masih terus mendalami kasus tersebut dengan memeriksa berbagai pihak terkait. Sementara itu, Andi Ina belum memberikan keterangan resmi secara rinci kepada publik mengenai keterlibatannya.
Kasus dugaan korupsi bibit nanas di Sulawesi Selatan menjadi perhatian luas karena melibatkan sejumlah pejabat penting, termasuk kepala daerah aktif. Profil dan rekam jejak Andi Ina Kartika Sari yang sebelumnya dikenal kuat di dunia politik kini diuji oleh proses hukum yang tengah berjalan.
Publik diharapkan tetap mengawal perkembangan kasus ini demi memastikan penegakan hukum berjalan transparan dan adil.
(Teraskata)







Tinggalkan Balasan