TERASKATA

Membangun Indonesia

SEMA Cirebon Beraksi, Tuntut Pemkab Bersih dari Praktik KKN

Redaktur Teraskata.com
Aksi unjukrasa Sema Cirebon di Depan Kantor Bupati Cirebon. Selasa (28/04/2026). -ft:Mu'min-

TERASKATA.COM, CIREBON – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam SEMA Cirebon menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Cirebon pada Selasa (28/4/2026).

Massa menuntut transparansi total serta pembersihan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), khususnya dalam pengelolaan APBD 2026.

Ketua SEMA Cirebon, Kemas Aditya, dalam orasinya menyampaikan keprihatinan mendalam atas postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 yang dinilai tidak berpihak pada rakyat. Dengan total belanja daerah mencapai Rp4,341 triliun, mahasiswa menyoroti adanya ketimpangan alokasi yang mencolok.

“Kami mendesak pemerintah daerah untuk mengelola APBD secara transparan dan akuntabel. Alokasi anggaran harus diprioritaskan pada sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan infrastruktur yang merata,” tegas Kemas dengan nada berapi-api di depan kantor Bupati Cirebon.

Berdasarkan data publikasi resmi yang dihimpun SEMA, Pemkab Cirebon mengalokasikan Rp3,257 triliun untuk belanja birokrasi dan aparatur.

Padahal, di saat yang sama, daerah sedang mengalami defisit sebesar Rp 87 miliar. Ironisnya, belanja modal yang bersentuhan langsung dengan pembangunan fisik untuk publik hanya dijatah Rp 410,8 miliar.

Selain masalah angka, SEMA Cirebon secara eksplisit menyatakan penolakan terhadap segala bentuk KKN dalam setiap tahapan anggaran, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.

Mereka menuntut Pemkab membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat aktif dalam pengawasan sebagai bentuk demokrasi partisipatif.

“Demikian surat pernyataan sikap ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial terhadap pembangunan daerah,” pungkasnya sambil membacakan surat pernyataan sikap tersebut.

SEMA Cirebon Diterima Sekda Cirebon

Aksi yang berlangsung tertib tersebut ditemui langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala, didampingi Kepala Dinas PUTR, Sunanto.

Hendra secara resmi menerima aspirasi mahasiswa dengan membubuhkan tanda tangan pada dokumen pernyataan sikap yang disodorkan massa.

Kehadiran Sekda disambut positif oleh mahasiswa sebagai bentuk keterbukaan komunikasi politik. Penandatanganan tersebut menandakan bahwa tuntutan mahasiswa telah masuk ke ranah kebijakan untuk segera ditindaklanjuti.

Jalannya aksi mendapatkan pengamanan ketat namun humanis dari personel Polresta Cirebon dan TNI. Hingga massa membubarkan diri dengan tertib, situasi di depan Kantor Bupati terpantau kondusif. (Mu’min)