Upah Rp110 Ribu per Hari, Pekerja Drainase di Weru Tetap Profesional Meski Minim Perlindungan
TERASKATA.COM, CIREBON – Di bawah terik matahari di Jalan Fatahillah, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, para pekerja proyek drainase tetap menunjukkan profesionalisme meski menerima upah harian yang tergolong minim.
Proyek penggalian saluran drainase yang didanai dari APBD Jawa Barat ini terus dikebut guna mengantisipasi genangan saat musim hujan.
Salah seorang pekerja yang bertugas sebagai tukang laden mengaku menerima upah sebesar Rp110 ribu per hari.
Meski harus menghadapi pekerjaan fisik berat, ia tetap berkomitmen menjalankan tugasnya dengan baik.
“Upah tukang laden Rp110 ribu sehari. Dengan gaji segitu, saya tetap semangat dan berusaha profesional,” ujarnya, Rabu (06/05/2026).
Hal senada disampaikan pekerja lainnya yang menyebut pekerjaan tersebut sebagai sumber utama penghidupan keluarga.
Di balik dedikasi para pekerja, persoalan perlindungan tenaga kerja juga menjadi perhatian. Sebagian pekerja mengaku belum mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Salah satu pekerja menyebut terdapat perbedaan fasilitas antara pekerja lama dan baru.
“Kalau pekerja lama sudah ada BPJS, tapi yang baru belum dapat,” ungkapnya.
Hingga saat ini, proyek drainase di kawasan Weru masih terus dikerjakan untuk meningkatkan sistem aliran air dan mencegah banjir saat musim penghujan.
Keberadaan proyek ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, meski di sisi lain masih menyisakan persoalan kesejahteraan pekerja.
Penulis : Mu’min
Editor : Yudi




Tinggalkan Balasan