12 Tahun Mangkrak dan Telan Ratusan Miliar, Jembatan Sei Nibung Akhirnya Diresmikan
Kutai Timur – Setelah menanti selama 12 tahun dan menyerap anggaran ratusan miliar rupiah, Jembatan Sei Nibung yang menghubungkan Desa Kandungan Jaya, Kecamatan Kaubun dengan Desa Pelawan, Kecamatan Sangkulirang, akhirnya resmi digunakan.
Peresmian dilakukan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, Selasa (24/2/2026). Jembatan ini menjadi penghubung strategis yang membuka akses baru menuju wilayah pesisir Kabupaten Berau dan memangkas jarak tempuh hingga 140 kilometer.
Waktu perjalanan dari Kutai Timur menuju kawasan Biduk-Biduk kini berkurang sekitar empat jam dibandingkan rute lama yang mengharuskan pengguna jalan memutar dan menyeberang dengan feri.
Rudy mengakui proyek tersebut sempat tersendat bertahun-tahun akibat berbagai kendala, mulai dari persoalan teknis, pembiayaan, cuaca, hingga masalah kontraktor.
“Pimpinan boleh berganti, tetapi tanggung jawab untuk kepentingan masyarakat itu tidak boleh berhenti,” ujarnya.
Ia bahkan menyebut salah satu hambatan terbesar adalah kontraktor yang bermasalah. “Faktor terutamanya yang paling besar adalah kontraktornya hilang,” katanya.
Kepala Dinas PUPR Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menjelaskan panjang total jembatan mencapai 390 meter. Rinciannya, bentang tengah 90 meter dan bentang pendekat masing-masing 150 meter di sisi kiri dan kanan.
Selain itu, terdapat jalan pendekat menggunakan pile slab sepanjang 135 meter dari sisi Kandungan Jaya dan 500 meter dari sisi Pelawan.
Menurutnya, pembangunan akses jalan dari sisi Pelawan akan dilanjutkan secara bertahap hingga tembus simpang 46 di wilayah Berau.
“Nanti kita cicil sampai keluar simpang 46,” ujarnya.
Secara keseluruhan, proyek ini menyedot anggaran besar dalam beberapa tahap. Pada periode 2014–2022, dialokasikan Rp 58,7 miliar untuk pekerjaan awal. Tahun 2023 kembali digelontorkan Rp 58,7 miliar untuk penyelesaian substruktur.
Pada 2024, anggaran meningkat menjadi Rp 104 miliar untuk pemasangan struktur atas (girder). Sementara pada 2025, pemerintah mengalokasikan Rp 139,3 miliar untuk penyelesaian jalan akses.
Dengan beroperasinya jembatan ini, konektivitas Kutai Timur menuju Berau diharapkan semakin lancar dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir. (Ronny)









Tinggalkan Balasan