TERASKATA

Membangun Indonesia

Manajemen RS Mujaisyah Palopo Sebut Penanganan Jenazah Pasien Covid-19 Telah Sesuai Protap

admin |

TERASKATA.com, Palopo – Rumah Sakit (RS) Mujaisyah Kota Palopo memberikan klarifikasi terkait penanganan jenazah pasien Covid-19 yang meninggal, Sabtu (02/01/21) sekira pukul 22.00 WITA.

Keluarga pasien sempat protes, lantaran jenazah pasien yang diketahui bernama Agus (70) ini divonis terpapar Virus Corona berdasarkan hasil swab tes atau tes usap yang dilakukan di Laboraturium RSUD Sawerigading Palopo, namun dinilai diterlantarkan.

Atas kejadian tersebut, pihak Manajemen RS Mujaisyah yang tak ingin disebutkan namanya mengaku telah menangani jenazah pasien Covid-19 tersebut sesuai Protokol Tetap (Protap) penanganan jenazah pasien Covid-19.

“Kami keberatan itu kalau jenazah diterlantarkan, kami sudah menangani jenazah pasien Covid-19 tersebut sesuai Protap yang ada,” tegasnya kepada teraskata.com via telepon, Senin (04/01/21) seraya membantah pengakuan dari pihak keluarga pasien.

Ia menjelaskan, terkait anak istri yang memegang dan mencium jenazah pasien Covid-19 tersebut tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) telah ia peringatkan untuk menjauhi agar tak terjadi resiko penularan.

“Kami sudah peringatkan untuk todak mendekat, tapi apalah daya kami yang saat itu hanya dua orang tenaga kesehaan, sementara mereka dari pihak keluarga jumlahnya 10 orang, jadi kami tidak berdaya untuk menjauhkannya dari jenazah,” jelasnya.

Adapun terkait penanganan jenazah ini, lanjut Manajemen RS Mujaisyah, pihaknya yang langsung memandikan jenazah dan mengkafani lalu membungkus jenazah sesuai dengan Protap penanganan jenazah pasien Covid-19.

“Jam 4 subuh itu, jenazah selesai dimandikan dan dikafani lalu dibungkus, setelah itu kami serahkan ke tim Satgas Covid-19 Palopo untuk dikuburkan di daerah Pepabri, karena sudah seperti itulah prosedurnya,” sebutnya.

Dikatakan Manajemen RS Mujaisyah ini, awalnya pasien yang beralamat di Lamasi Kabupaten Luwu ini masuk di IGD, Kamis (31/01/21) atas keluhan kaki lemah, mulut mencong ke kanan, cara bicara cadel, dan keluahan demam dan tiba-tiba sesak.

“Namun saat dilakukan perawatan, pasien mengalami sesak pada dada sehingga pasien mengalami kesulitan bernafas, kami pun berinisiatif melakukan tes usap dan sebelum meninggal pasien telah dinyatakan positif Covid-19,” pungkasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pihak keluarga pasien ramai-ramai mendatangi RS yang beralamat di Jalan Dr Ratulangi Kelurahan Temmalebba Kecamatan Bara Kota Palopo, Minggu (03/02/21) dini hari.

Mereka protes terhadap pelayanan RS Mujaisyah yang dinilai menelantarkan jenazah keluarganya tersebut.(lia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini