TERASKATA

Membangun Indonesia

Sempat Tolak Vaksin, Pasien Covid-19 Ini Akhirnya Menyesal, Harus Cangkok Paru-paru

admin |
Blake Bargatze menjalani operasi cangkok paru akibat Covid-19. Foto via 11alive

Dokter cantik ini selalu mengingatkan bahwa usia muda atau kelihatan sehat tidak menjamin bila terinfeksi Covid pasti akan bergejala ringan dan sembuh.

“Cerita ini hanya 1 dari banyaknya cerita usia muda di Amerika yang sampai harus menjalani cangkok paru karena paru-parunya rusak total akibat Covid19,” jelas dr Adaninggar.

“Saya pernah share juga tahun lalu ada wanita muda di Amerika yang juga harus menjalani cangkok paru akibat parunya rusak kena Covid,” tambahnya.

Dokter yang akrab disapa dr Ningz ini mengatakan, pengalaman Blake sebetulnya menjadi hikmah untuk banyak orang di mana sekarang kondisi berat Covid bisa dicegah dengan vaksin.

“Orang ini (Blake) pun menyesal karena tidak menuruti nasihat ibunya untuk menjalani vaksinasi mungkin karena ia merasa sehat dan merasa muda namun Covid ga pilih-pilih,” katanya.

“Covid bisa mengenai siapapun dan tentunya dengan respon imun yang tidak bisa kita duga,” tegas dr Ningz.

Dr Ningz membagikan video pengalaman Blake bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk membuka mata dan memberikan gambaran bahwa mencegah itu lebih baik daripada mengobati.

Menurutnya, cangkok paru ini hal mudah yang biasa dilakukan di Amerika, tapi di Indonesia belum bisa dilakukan.

“Jadi kalo Anda jumawa dengan kondisi tubuh Anda dan Anda tidak mau melakukan usaha pencegahan seperti protokol kesehatan dan vaksinasi, bila Anda mengalami kerusakan paru total ya Anda tidak akan mempunyai kesempatan hidup yang sama seperti orang ini,” jelasnya.

“Justru karena kita hidup di Indonesia yang fasilitas dan layanan kesehatannya belum semaju di negara maju seharusnya kita sadar dan tidak sombong karena di negara kita prinsip mencegah jauh lebih baik daripada mengobati masih sangat sangat relevan,” pungkas dr RA Adaninggar. (*/int)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini