Gunungan Sampah di Setu Wetan Cirebon Mulai Dibersihkan, Warga Minta Pemdes Terbuka dan Tak Anti-Kritik
CIREBON – Kabar baik datang dari Desa Setu Wetan, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Gunungan sampah yang selama ini meresahkan warga di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Blok Kedungbawang akhirnya mulai terangkut menggunakan alat berat pada Jumat (27/3/2026).
Meski pembersihan ini disambut positif, warga mengingatkan Pemerintah Desa (Pemdes) Setu Wetan agar momen ini menjadi evaluasi besar dalam keterbukaan informasi dan pengelolaan aset desa.
Yogi Syahrial, salah seorang warga setempat, menyatakan rasa syukurnya atas tindakan nyata tersebut. Namun, ia memberikan catatan kritis bahwa penumpukan sampah sebelumnya merupakan bukti kinerja pengelola yang kurang optimal.
“Harapan saya ke depannya pengolahan sampah oleh lembaga desa bisa lebih transparan dalam anggaran dan maksimal kinerjanya. Apalagi sudah ada payung hukumnya melalui Perdes, baik dari Dana Desa (DD) maupun retribusi,” ujar Yogi.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara pemimpin desa dan rakyatnya.
“Harapan saya kepada Pemdes, baik Kuwu maupun jajarannya, jangan anti-kritik. Mau mendengar keluhan masyarakat dan lebih transparan dalam segala hal menyangkut pembangunan desa,” tegasnya.
Senada dengan Yogi, Irwan, warga lainnya, berharap kondisi bersih ini dipertahankan secara konsisten, terutama menjelang hari raya. “Jangan sampai saat momen ziarah kubur atau Lebaran jalanan becek dan sampah menggunung kembali. Itu sangat mengganggu penciuman warga,” tuturnya.
Momentum bersihnya TPS Kedungbawang ini juga menjadi babak baru di bawah kepengurusan pengelolaan sampah yang baru dipimpin oleh Adi Muharam Dwi Nugraha. Berdasarkan hasil Musdes 21 Februari 2026, tim yang terdiri dari 7 personel ini telah menyiapkan strategi jangka pendek dan panjang.
“Saat ini kondisi sudah bersih total. Kami memproyeksikan dalam 4 hingga 5 bulan ke depan, efektivitas pengolahan bisa mencapai 80 persen. Target besarnya, pada tahun 2027 masalah persampahan di Setu Wetan benar-benar teratasi,” ujar Adi dalam keterangan tertulisnya.
Strategi yang akan diterapkan meliputi sistem pemilahan sampah dan penggunaan tungku pembakar (insinerator) untuk residu. Selain itu, Adi merencanakan peningkatan ritasi pengangkutan hingga 20 kali per bulan, yang terdiri dari 10 amrol dan 10 ritasi reguler.
Keberlanjutan program ini disandarkan pada Peraturan Desa (Perdes) Nomor 4 Tahun 2025. Adi memberikan apresiasi kepada Kuwu Setu Wetan, Nurwahyudi, serta BPD yang telah mempercayakan pengelolaan sampah secara mandiri kepada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD).
Namun, Adi mengingatkan bahwa kunci keberhasilan program ini ada pada dua hal: soliditas pengurus dan kedisiplinan warga.
“Kami mengimbau kepada seluruh pelanggan sampah agar disiplin membayar iuran tepat waktu. Ini demi kelancaran operasional kita bersama,” pungkas Adi.
Kini, warga Setu Wetan menaruh harapan besar pada pundak pengelola baru agar transformasi Blok Kedungbawang menjadi area bersih bukan sekadar seremonial sesaat, melainkan titik balik menuju lingkungan desa yang sehat dan tertata.
Hingga berita ini diturunkan, Kuwu Setu Wetan, Nurwahyudi, belum memberikan tanggapan resmi terkait apresiasi maupun kritikan yang disampaikan warga. (Mu’min)







Tinggalkan Balasan