TERASKATA

Membangun Indonesia

Soal Kompensasi Wifi, Pengamat Ingatkan Kuwu Sarabau Tak Cari Panggung Politik

admin |
Soal Kompensasi Wifi, Pengamat Ingatkan Kuwu Sarabau Tak Cari Panggung Politik. -ft:Mmu'min/teraskata-

CIREBON Penyaluran dana kompensasi pemasangan tiang internet (wifi) di Desa Sarabau, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, memicu diskursus hangat antara pengamat masyarakat dan pemerintah desa setempat. Transparansi dan mekanisme administrasi menjadi poin utama yang dikritisi.

Pengamat sekaligus pemerhati masyarakat, Suswantoro atau yang akrab disapa Otong, memberikan peringatan keras kepada Kuwu Desa Sarabau, Ahmad Dandon. Ia meminta agar dana kompensasi senilai Rp4 juta tersebut tidak diklaim sebagai santunan atas nama pribadi, terutama menjelang kontestasi pemilihan Kuwu tahun 2027 mendatang.

“Jangan atas nama pribadi santunan tersebut. Jangan-jangan (diklaim) atas nama pribadi karena mau mencalonkan Kuwu lagi,” ujar Suswantoro pada Kamis, 19 Maret 2026.

Selain masalah personal branding, Otong juga mempertanyakan landasan administratif dari dampak pemasangan kabel internet tersebut. Ia menagih adanya bukti otentik berupa berita acara dari tingkat RT dan RW terkait warga atau rumah (Home Pass) yang terdampak langsung.

“Ada berita acara tidak dari RT/RW yang terdampak dari wifi tersebut?” tambahnya mempertanyakan keabsahan prosedur di lapangan.

Menanggapi polemik tersebut, Pemerintah Desa Sarabau akhirnya merealisasikan penyaluran dana kompensasi sebesar Rp4 juta pada Kamis (19/3/2026). Penyaluran yang dilakukan langsung di kantor desa ini disebut sebagai bentuk pemenuhan janji sekaligus jawaban atas kritik terkait transparansi pengelolaan dana infrastruktur digital.

Kuwu Desa Sarabau, Ahmad Dandonyang akrab disapa Kang Elon merinci bahwa seluruh dana tersebut dialokasikan untuk kegiatan sosial yang menyasar warga rentan.

“Alhamdulillah, hari ini kami salurkan untuk 36 anak yatim piatu dan 26 warga lansia atau jompo. Selain itu, kami juga memberikan bantuan sosial berupa 60 dus air mineral kemasan untuk keluarga dari enam warga desa yang meninggal dunia,” jelas Kang Elon kepada awak media.

Ia memaparkan bahwa setiap keluarga yang tengah berduka menerima 10 dus air mineral guna meringankan beban logistik saat kegiatan takziah.

Langkah ini diharapkan dapat meredam kegaduhan yang sempat muncul di masyarakat, meski pihak pengamat tetap menekankan pentingnya dokumentasi formal seperti berita acara agar akuntabilitas publik tetap terjaga. (Mu’min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini