TERASKATA

Membangun Indonesia

Palopo Tak Aman! Truk Melintas di Salobulo Dilempari OTK, Warga Mancani Dihantam Benda Tumpul

admin |

TERASKATA.com, Palopo – Kondisi Kota Palopo di awal tahun ini tak aman. Seperti akhir pekan ini, terjadi dua peristiwa kriminalitas.

Seperti yang dialami seorang sopir truk, Umar (26) yang menjadi korban pemalakan di poros Trans Sulawesi Jl Dr Ratulangi Kelurahan Salobulo Kecamatan Wara Utara Kota Palopo, Kamis (07/01/21) sekira pukul 00.10 WITA dini hari.

Dijelaskan, saat itu dirinya dari arah Kabupaten Luwu Utara memuat pasir menuju Kelurahan Pongsimpin Kota Palopo.

“Waktu itu saya dua mobil bersama teman tepatnya di perempatan lapangan Kodim, tiba-tiba dicegat tiga orang pemuda berbincengan, minta uang sama rokok,” sebutnya dilansir dari tribunpalopo.com, Sabtu (09/01/21).

Namun karena tidak diberikan, tiga pemuda tersebut langsung pergi memanggil kawannya.

“Tunggu nah,” sebut Umar menirukan pemalak itu.

Korban Umar melanjutkan perjalanan, sekitar 100 meter, tiba-tiba dicegat lagi oleh sekelompok pemuda tadi. Kali ini lebih banyak.

“Lokasinya di dekat lampu merah Salobulo. Waktu itu sekitar 11 orang. Mobil saya dilempari batu sampai tangan saya juga kena,” kisahnya.

Atas kejadian pelemparan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) itu, Umar mengalami luka pada tangan kanannya karena terkena lemparan batu.

Sementara temannya yang menyusul di belakang juga terkena lemparan pada truknya.

“Kaca mobil teman saya hancur bagian depan karena dilempar,” ungkapnya.

Kaca mobil truk pecah usai dilempari batu.

Peristiwa ini juga telah viral di sosial media Facebook. Pada postingan FB bernama Umar telah dibagikan sebanyak 224 kali dan terdapat komentar sebanyak 375.

Pihak Kepolisian pun yang berusaha dihubungi belum memberikan komentar apapun terkait kejadian ini.

Di hari yang sama, kriminalitas juga terjadi di Kelurahan Batu Mancani Kecamatan Telluwanua Kota Palopo sekira pukul 20.00 WITA.

Seorang warga setempat yang diketahui bernama Makmur (50) menjadi korban penganiayaan usai melaksanakan ibadah salat isya di masjid yang tak jauh dari kediamannya.

Makmur yang dikonfirmasi teraskata.com menyebutkan, kalau dirinya diserang oleh pemuda yang berboncengan dua yang ia duga Pelaku menggunakan parang.

“Saya pulang salat dari masjid, pas keluar dari gerbang masjid, tiba- tiba ada orang lewat menggunakan sepeda motor, dengan kurang lebih berjumlah 2 orang, melakukan penyerangan terhadap saya dengan batu dan parang, pelaku dari arah berlawanan,“ kata Makmur.

Makmur menyebutkan, atas kejadian itu dirinya mengalami luka pada bagian pundak belakang dan telah melaporkannya ke Polsek Telluwanua.

“Akibat aksi penyerangan ini, saya sudah melaporkan kejadian ini ke Polsek Telluwanua, kami berharap kepolisian dapat lebih menjaga keamanan di Kota Palopo, khususnya keamanan para pengendaran di jalan, termasuk dengan mengintensifkan patroli- patroli dan pelakunya segera ditangkap,” harapnya.

Kapolsek Telluwanua, Iptu Idris SH yang dikonfirmasi terkait peristiwa ini membenarkan adanya laporan dari warga. 

Adapun laporan tersebut dicatat dengan nomor surat tanda terima laporan polisi STTLP/1/I/YAN.2.5/2021/SPKT yang ditandatangani Kepala SPKT Polsek Telluwanua, Aiptu Ahmadi Albar SE.

“Iya, dipukul pakai benda tumpul, tapi kita belum tahu benda apa, korban juga kan belum tahu barang apa yang digunakan oleh pelaku,” ungkap Iptu Idris.

Ia pun membantah apabila ada yang mengatakan korban diparangi. “Tidak ada yang diparangi,” singkatnya.

Saat ditanyakan soal identitas pelaku, Kapolsek Telluwanua belum memberikan jawaban.(lia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini