3 PSK yang Diamankan Satpol-PP Bukan Warga Palopo
TERASKATA.Com, Palopo – Pekerja Seks Komersial (PSK) yang sering mangkal di sekitaran Terminal Dangerakko Palopo meresahkan warga sekitar. Dinas Sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Palopo turun melakukan razia, Sabtu (23/01/21) malam.
Hasilnya, empat orang PSK berhasil diamankan oleh tim gabungan Pemkot Palopo. Mereka lalu digelandang ke kantor Satpol PP Kota Palopo. Dari hasil interogasi yang dilakukan Satpol-PP, terungkap jika tiga dari empat orang yang diamankan berasal dari luar Kota Palopo. Hanya satu diantara mereka yang ber-KTP Kota Palopo.
Kepala Bidang Perundang-undangan Satpol-PP Kota Palopo, Salong kepada wartawan mengungkapkan, dari hasil interogasi yang dilakukan, para PSK ini mengaku terpaksa ‘menjual diri’ untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan anak mereka.
”Rata-rata dari mereka mengaku terpaksa melakoni pekerjaan ini demi membeli susu dan makan untuk anaknya,” katanya.
Apalagi di masa pandemi ini kata Salong, para PSK ini mengaku sulit mendapatkan pekerjaaan yang layak dan halal.
Sementara itu. Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Palopo, Dewa Gau menyebutkan, para PSK yang diamankan itu, selanjutnya akan diberikan pembinaan sebelum dikembalikan ke keluarga masing-masing.
”Jika masih kedapatan lagi, maka akan dikirim ke Balai Rehabilitasi Sosial di Makassar untuk dilakukan pembinaan lebih jaug dan pelatihan agar mereka punya keterampilan sehingga bisa bekerja lebih layak,” jelasnya.
Pada razia tim gabungan itu, terpantau sempat terjadi kejar-kejaran antar petugas dengan para PSK. Bahkan beberapa orang berhasil lolos dari razia petugas.
Tim gabungan menegaskan akan terus rutin melakukan operasi di titik yang kerap jadi tempat mangkal PSK. Karena aktifitas mereka dianggap sudah meresahkan masyarakat. (*)







Tinggalkan Balasan