TERASKATA

Membangun Indonesia

Hari Pertama Kerja, Kajari Baru Palopo: Tak Ada Suka Duka, Kita Cari Rida Allah

admin |

TERASKATA.com, Palopo – Dalam menjalankan tugasnya di hari pertama kerja, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) yang baru Kota Palopo, Agus Riyanto SH mengaku sangat menikmati pekerjaannya.

Betapa tidak, ia mengatakan sangat senang dan bersyukur berada di Kota Palopo ini. 

Dengan segala keramahan, Palopo kata dia, memiliki tingkat kesadaran masyarakat yang tinggi terhadap kepatuhan dalam menerapkan protokol kesehatan ketimbang Kota lainnya.

“Alhamdulillah, saya datang di Kota Palopo ini saya lihat tingkat kesadaran masyarakat itu tinggi, coba lihat, dibandingkan Kota Makassar, tingkat kepatuhan masyarakat menggunakan masker di sini lebih tinggi,” sebutnya kepada teraskata.com saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (01/03/21).

Terkait hari pertama kerjanya, mantan Kajari Manggarai NTT dan Mantan Asisten Bidang Pembinaan Kajati Sulawesi Tenggara ini menyebutkan, selama bekerja tak ada suka duka yang ia rasakan, karena semuanya dilakukan dalam mencari rida Allah.

“Kita serahkan saja semuanya kepada Allah, laahawla wa laa quwwata illa billah, kita bekerja hanya mencari rida Allah dan mengerjakan semuanya dengan penuh kesyukuran dan keikhlasan, insya Allah semuanya akan terasa mudah,” kata pria asal Kudus Jawa Tengah ini.

Adapun di hari pertama kerja, Agus langsung konsultasi kepada anggotanya dan memberikan arahan kepada semua bidang.

“Jadi di hari pertama saya bekerja sebagai Kajari Palopo ini langsung melakukan konsultasi kepada teman-teman sembari memberikan arahan untuk bekerja sesuai dengan Tupoksinya, ke depan kami juga akan melakukan koordinasi ke Pemerintah Daerah dan instansi terkait daerah Kota Palopo,” ujarnya.

Agus pun mengatakan, selama menjabat sebagai Kajari Palopo akan mempercepat dalam menjalankan program-program Kejaksaan Agung tahun 2021 yakni:

  1. pendampingan dan pengamanan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam rangka percepatan pembangunan nasional.
  2. Pengawasan dan penegakan disiplin untuk mewujudkan Kejaksaan yang bersih dan profesional.
  3. Pembentukan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pembangunan manajemen Karier yang jelas, terstruktur, dan transparan, serta penyelenggaran pendidikan dan pelatihan yang tematik.
  4. Digitalisasi Kejaksaan untuk sistem kerja yang efisien, transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi informasi.
  5. Penegakan hukum yang berkeadilan, serta memberikan kemanfaatan, khususnya dalam upaya memulihkan korban kejahatan dan memperbaiki pelaku.
  6. Penanganan perkara tindak pidana korupsi yang berkualitas dan berorientasi penyelamatan uang negara.
  7. Penyelesaian perkara dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang berat secara tuntas, bermartabat, dapat diterima oleh berbagai pihak, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Ketujuh program tersebut, insya Allah kami akan jalankan di tahun 2021 bersama para jaksa dengan dilandasi moralitas dan amanah dari Negara sebagai aparat pemerintah bidang penegak hukum bisa menerapkan peraturan perundangan yang berlaku, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.(lia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini